Sungguh berita duka buat traveler seperti diriku yang selalu mendambakan terbang dengan biaya murah. Minggu lalu tanpa angin tanpa hujan Air Asia mendadak menutup jalur Balikpapan - Kuala Lumpur yang selama ini menjadi andalan setiap trip ke luar negerri. ini Badai besar.... Hiks hiks...
Padahal saat ini sdh punya 2 trip by Air Asia , satu di bulan Agustus dan satu lalu di bulan Oktober... Bagaimana nasibnya ticked ticked itu..... ???? Allah .... yang maha berkehendak, tolong lah hamba mu ini.
Air Asia menawarkan 3 options :
1. reschedule penerbangan sebelum tanggal suspend ( before 20 juli 2016) tanpa biaya tambahan
2. Uang kita di jadikan kredit untuk pembelian ticked selanjutnya
3. Full Refund.
Perasaan campur aduk, antara kesel, sebel, dan mengutuki kebijakan maskapai ini dalam hati. Bagaimana mungkin melakukan reschedule ketika jadwal telah tertata dengan rapi, ketika ticked ticked lanjutan telah terbeli, ketika hotel hotel telah di booking. Bukan hal yang mudah memajukan jadwal di tengah kesibukan, ditambah lagi yang berangkat bukan cuman daku sorangan, tetapi ini rombongan.... Pengen rasanya mendatangi kantor Air Asia dan menuntut sepenuhnya atas kebijakan yang sangat amat merugikan ini.
tetapi apa mau di kata , kebijakan sudah di keluarkan, ini mungkin buntut dari kejadian air asia mendarat di terminal yang tidak sesuai , sebulan yang lalu.sehingga terkena finalty. Yang jelas buat daku ini masalah besar.
bagaimana mengatasi 4 ticked yang terancam musnah ini ?
Pertama : untuk rute Agustus 2016, setelah menghubungi para tante, memutuskan untuk di majukan trip nya , disepakati after lebaran, 10 Juli 2016. Secepatnya coba telp Call centre Air Asia untuk bisa merubah jadwal ini tanpa biaya tambahan...
Hasilnya, Alhamdulillah ... ( Allah berkenan) ticked bisa di ubah tanpa biaya tambahan ( padahal awalnya memang pernah menjadwalkan trip di tanggal ini, tetapi waktu melihat harga ticked yang ajib, daku harus merubah tanggal mencari yang lebih bersahabat dengan kantong). Rupanya di Arsy sana Allah berkenan mengabulkan keinginan awal tadi. Subhanallah...
masalah pertama terselesaikan, masalah kedua muncul ... daku sudah beli ticked Kuala Lumpur - Singapore PP By Air Asia, minta coba di ubah juga sesuai dengan perubahan ketibaan kami di Kul... Ini yang ngga bisa di penuhi karena bukan connecting flight kata mereka. Lhoh, gimana ini...Akhirnya daku coba refund kedua ticked tsb, sampai saat menulis ini, nasib refund belom terjawab.
Masalah Ketiga adalah ticked PP Balikpapan - Kuala Lumpur di bulan Oktober, untuk trip ke Turkey ( ya Allah yang Maha berkehendak ... Ijinkan kaki kami mentadaburi bumi ciptaanMU yang Luas ini...)
karena sudah ada ticked pp Kuala Lumpur- Istanbul by Etihad, maka ngga mungkin memajukan jadwal, Lagian kapan dimajukannya? Suspend nya berlaku per tanggal 20 Juli 2016. mana sempat . Ticked Etihad juga dapet promo , sulit untuk di reschedule. So.. untuk masalah ini, daku coba refund full, dan Alhamdulillah pihak AA menjawab by email, permohonan refund bisa disetujui.
Masalah lanjutan yang muncul adalah, daku harus beli ticked Balikpapan Jakarta, trus Jakarta - Kuala Lumpur. karena ticked Etihad yang sdh di tangan adalah dari Kuala Lumpur.... nangis lagi deh.... ini tambahan biaya 2x lipat.... arghhhh.. Oktober masih lama, semoga Allah memberi lagi kesempatan mendapat ticked murah.
Untuk trip Agustus yang di majukan ke Juli masalah ticked belum sepenuhnya clear, karena refund Kuala Lumpur Singapore PP belum mendapat jawaban, maka daku masih harus mencari ticked murah pengganti untuk rute itu, kalo sendiri mungkin ngga masalah, lah ini bertujuh... hiks hiks... ya Allah mudahkan lah...
Selanjutnya mereschedule hotel hotel yang sudah di booking. Hotel di Kuala Lumpur booking by traveloka, saat lihat harga murah, sdh masuk di kartu kredit, ngga bisa di ubah tanggal, tapi bisa di cancel tanpa biaya. ribet lah... dana akan kembali ke kartu kredit dalam waktu 30 hari kerja... wuih... lama !!!
Hotel di Singapore booking via Booking.com bisa di ubah tanggal ci and co. tanpa biaya tambahan, dan karena belum di bayar jadi lebih mudah ngaturnya.
Insight dari semua keribetan ini, tetap lah optimis dengan trip mu.. karena di sinilah kesungguhan dan tekad mu untuk traveling di uji !!!! hehehehe....
Rabu, 08 Juni 2016
Selasa, 03 Mei 2016
EO traveling for Our Family
Setelah tahun lalu sukses mengadakan Family tour ke Bromo, malang dan madura, maka tahun ini para tante nampaknya kecanduan untuk traveling murah ala daku, dengan tujuan Malaysia dan Singapore. Wuih... rada ambisius juga nih para oma ;-)
Dan buat aku ini rencana yang sangat menarik, biasanya traveling ala backpacker hanya untuk diriku dan suami, maka sekarang harus memikirkan untuk para tante dan ibunda, tantangan terbesarnya adalah gimana trip tetap murah, tetapi nyaman buat dinikmati oleh para tante dan ibunda yang sudah "berumur"
Rencana 12 Agustus sd 17 Agustus 2016 , menyusuri 2 kota ( Kuala Lumpur dan Malaysia)
sudah siap nih itinerary nya...
Ticked Pp juga dah di tangan,
Hotel sudah booking
Tinggal menyesuaikan di sana sini....
Semoga Allah berkenan, meridhoi dan melancarkan rencana ini
Dan buat aku ini rencana yang sangat menarik, biasanya traveling ala backpacker hanya untuk diriku dan suami, maka sekarang harus memikirkan untuk para tante dan ibunda, tantangan terbesarnya adalah gimana trip tetap murah, tetapi nyaman buat dinikmati oleh para tante dan ibunda yang sudah "berumur"
Rencana 12 Agustus sd 17 Agustus 2016 , menyusuri 2 kota ( Kuala Lumpur dan Malaysia)
sudah siap nih itinerary nya...
Ticked Pp juga dah di tangan,
Hotel sudah booking
Tinggal menyesuaikan di sana sini....
Semoga Allah berkenan, meridhoi dan melancarkan rencana ini
Selasa, 22 Maret 2016
Lombok nan Eksotik (2)
Hari ketiga ,
masih di Gili Trawangan, sempet nyasar di tengah pulau, karena ceritanya mau by pass menikmati sunset di balik pulau... ngga taunya... balik pulau itu jauhhhhhh banget. dan akhirnya memutuskan kembali setelah mendengar suara gemuruh pertanda mo hujan.
hari keempat,
kembali ke Mataram dan langsung check in di Idoop hotel, lumayan bagus dengan tarif 350 ribuan, dapat breakfast, tempatnya di tengah kota, deket mall mataram.
karena sudah janjian dengan seorang sahabat yang move ke Mataram, ngga lama kemudian di jemput... trus makan siang di ayam taliwang... lanjut ke pink beach.
ketika kirim ke temen foto pantai tersebut, dia bilang kok beda sama yg di promosi ya...?
seperti ini....
yahhhh ini sih hasil fotoshop. :-p
tapi memang kalo kita datang di pagi hari, sinar matahari membuat pasir pantainya terlihat lebih pinki, ketimbang datang di sore hari...
hari kelima~ keliling lombok berburu pantai...
tapi dimulai ke tempat pembuatan tenun lombok dulu...,
trus lanjut ke desa SADE, desa asli masyarakat sasak yang merupakan penduduk asli Pulau Lombok
dari SADE yang sudah berada di Lombok tengah, kita ke pantai KUTA LOMBOK dan pantai Tanjung An...
so beautifulll Masya ALLAH
Ngga perlu ke luar Indonesia... , cukup ke Lombok... dan segala jenis pantai nan eksotik bisa kita temukan...
Ini masih minus, karena belom ke water fall...
Insya Allah jika ada rejeki, kesempatan dan Allah memberi kesehatan, akan berburu water fall di Lombok...
masih di Gili Trawangan, sempet nyasar di tengah pulau, karena ceritanya mau by pass menikmati sunset di balik pulau... ngga taunya... balik pulau itu jauhhhhhh banget. dan akhirnya memutuskan kembali setelah mendengar suara gemuruh pertanda mo hujan.
hari keempat,
kembali ke Mataram dan langsung check in di Idoop hotel, lumayan bagus dengan tarif 350 ribuan, dapat breakfast, tempatnya di tengah kota, deket mall mataram.
karena sudah janjian dengan seorang sahabat yang move ke Mataram, ngga lama kemudian di jemput... trus makan siang di ayam taliwang... lanjut ke pink beach.
ketika kirim ke temen foto pantai tersebut, dia bilang kok beda sama yg di promosi ya...?
seperti ini....
yahhhh ini sih hasil fotoshop. :-p
tapi memang kalo kita datang di pagi hari, sinar matahari membuat pasir pantainya terlihat lebih pinki, ketimbang datang di sore hari...
hari kelima~ keliling lombok berburu pantai...
tapi dimulai ke tempat pembuatan tenun lombok dulu...,
trus lanjut ke desa SADE, desa asli masyarakat sasak yang merupakan penduduk asli Pulau Lombok
dari SADE yang sudah berada di Lombok tengah, kita ke pantai KUTA LOMBOK dan pantai Tanjung An...
so beautifulll Masya ALLAH
Ngga perlu ke luar Indonesia... , cukup ke Lombok... dan segala jenis pantai nan eksotik bisa kita temukan...
Ini masih minus, karena belom ke water fall...
Insya Allah jika ada rejeki, kesempatan dan Allah memberi kesehatan, akan berburu water fall di Lombok...
Lombok nan eksotik (1)
Pertengahan tahun lalu, dalam sebuah obrolan ngalor ngidul dengan seorang teman, tercetus ide jalan-jalan ke Lombok dengan memanfaatkan hari kejepit di tahun 2016.
Akhirnya.... after Sun Eclipse di tanggal 9 Maret 2016, beberapa menit kemudian terbanglah kami menuju Lombok....
Allah memang Maha Luar Biasa mewujudkan mimpi mimpimu...
---------------------------------------------------------
Berdua suami , kami memilih rute pergi transit Surabaya ( Bpp - Sby - Mataram) dan Pulangnya Transit Makasar ( Mataram - Makasar - Bpp).
Selama 6 hari , kami " explore" Lombok.. wuih.... explore... padahal cuman menikmati doang ;-)) hehehhe...
hari Pertama : Tiba di BIL (Bandara Internasional Lombok ) yang terletak di Praya ~ Lombok Tengah, langsung cus ke senggigi by Damri, tarif per orang Rp. 35.000, melewati Mataram kota sekitar 1,5 jam nyampe senggigi langsung di depan Sendok hotel. Check in, ngaso ngaso.... bentar, trus... jalan ke pantai di depan hotel sekitar 300 meter, menikmati sunset ( katanya sih sunset di Senggigi salah satu sunset terbaik yang bisa dinikmati di Indonesia).
Wow... Senggigi penuh manusia, mungkin karena ini hari libur nyepi yaaa dan kebetulan gerhana matahari pula, jadi orang tumpah ruah di pantai. Pantainya sendiri kotor banget...sampah dimana mana, pasirnya coklat, buanyak banget perahu nelayan di pinggir pantai, jadi malah ngga bisa menikmati sunset dengan nyaman, kecuali mau berjalan jauh ke sebelah kiri.
walau akhirnya bisa mengabadikan moment sunset yang lumayan bagus, karena Alloh berbaik hati menyingkirkan awan kelabu dari balik matahari, tetap merasa tidak sesuai harapan..
Senggigi terlalu sayang untuk diterlantarkan....
Hari kedua,
Esok paginya, dengan memesan suttle bus, yang dikenakan tarif per orang Rp. 100.000,- berangkatlah kami ke pelabuhan bangsal, untuk menyeberang ke Gili Trawangan. Jika hanya sendiri, suttle bus lebih murah, tetapi jika 2 atau 3 orang, naik taxi jatuhnya lebih murah. Karena naik suttle bus, maka ticked nyebrang ke Gili pakai publik boat sudah included. Hanya saja, kami tetap harus bayar cidomo ( jika ngga mau jalan kaki sekitar 200 meter) dari pi stop mobil mobil umum ke pinggir pantai ( pelabuhan) untuk naik boat.
Oh ya cidomo itu singkatan dari cikar dokar bemo... alias dokar yang ditarik kuda . tarif nya Rp. 10.000 per orang.
tetapi orang orang di pelabuhan ini tricky banget, katanya 10.000/orang kalo muat 5 orang, jadi kalo 1 cidomo cuman muat 2 orang kita harus nambah. wuah.... aku males aja berdebat, akhirnya nambah rp. 10.000 untuk dua orang, jadi total rp. 30 .000 untuk berdua naik cidomo ke pinggir pelabuhannya. Ku lihat di sebelah, 3 cewek dari negeri jiran, mencak mencak di palak tarif, karena katanya biaya suttle bus menjanjikan sdh sekaligus dengan seluruh biaya nyebrang ke Gili.
Emang waktu ditawarin awalnya gitu sih... faktanya dilapangan kudu nambah lagi. bisa bisa... turis pada kabur nih.... please..
sekitar 40 menit, publik boat yang memuat sekitar 40 an orang menepi di pantai Gili Trawangan, merupakan Gili terbesar dan terjauh dari 3 gili yg ada di sekitar situ ( gili meno di tengah dan Gili air paling dekat pelabuhan bangsal.)
berasa seperti di pantai asing , saat menjejakkan kaki ke Gili trawangan, penuh banget dengan turis bersliweran memakai busana ala pantai. Ini pantai ada di Indonesia atau di negara mana ya.....????
Dengan petunjuk seorang mas mas yang baik hati, kami segera menuju Rose Homestay yang ternyata tidak terlalu jauh dari pantai, cuman butuh 1 belokan sekitar 200 meter dari pantai.
Kamar nya luas, kamar mandinya luas... sayang ngga ada apa apanya lagi. no TV. tapi WIFI lumayan kencang ( lha..keesokan harinya baru minta passwordnya hehehe)
Di Gili ... asli cuman mo menikmati suasana gili.. pantai .. matahari ....
kami memutuskan ngga ikutan paket keliling pulau, snorkling dll... selain abi yg khawatirnya kepayahan, aku juga males ngga bawa baju renang. Ini bener bener leyeh leyeh di pulau judulnya....
selama 2 hari .....enjoying.... Thanks GOD
Akhirnya.... after Sun Eclipse di tanggal 9 Maret 2016, beberapa menit kemudian terbanglah kami menuju Lombok....
Allah memang Maha Luar Biasa mewujudkan mimpi mimpimu...
---------------------------------------------------------
Berdua suami , kami memilih rute pergi transit Surabaya ( Bpp - Sby - Mataram) dan Pulangnya Transit Makasar ( Mataram - Makasar - Bpp).
Selama 6 hari , kami " explore" Lombok.. wuih.... explore... padahal cuman menikmati doang ;-)) hehehhe...
hari Pertama : Tiba di BIL (Bandara Internasional Lombok ) yang terletak di Praya ~ Lombok Tengah, langsung cus ke senggigi by Damri, tarif per orang Rp. 35.000, melewati Mataram kota sekitar 1,5 jam nyampe senggigi langsung di depan Sendok hotel. Check in, ngaso ngaso.... bentar, trus... jalan ke pantai di depan hotel sekitar 300 meter, menikmati sunset ( katanya sih sunset di Senggigi salah satu sunset terbaik yang bisa dinikmati di Indonesia).
Wow... Senggigi penuh manusia, mungkin karena ini hari libur nyepi yaaa dan kebetulan gerhana matahari pula, jadi orang tumpah ruah di pantai. Pantainya sendiri kotor banget...sampah dimana mana, pasirnya coklat, buanyak banget perahu nelayan di pinggir pantai, jadi malah ngga bisa menikmati sunset dengan nyaman, kecuali mau berjalan jauh ke sebelah kiri.
walau akhirnya bisa mengabadikan moment sunset yang lumayan bagus, karena Alloh berbaik hati menyingkirkan awan kelabu dari balik matahari, tetap merasa tidak sesuai harapan..
Senggigi terlalu sayang untuk diterlantarkan....
sunset at senggigi
Hari kedua,
Esok paginya, dengan memesan suttle bus, yang dikenakan tarif per orang Rp. 100.000,- berangkatlah kami ke pelabuhan bangsal, untuk menyeberang ke Gili Trawangan. Jika hanya sendiri, suttle bus lebih murah, tetapi jika 2 atau 3 orang, naik taxi jatuhnya lebih murah. Karena naik suttle bus, maka ticked nyebrang ke Gili pakai publik boat sudah included. Hanya saja, kami tetap harus bayar cidomo ( jika ngga mau jalan kaki sekitar 200 meter) dari pi stop mobil mobil umum ke pinggir pantai ( pelabuhan) untuk naik boat.
Oh ya cidomo itu singkatan dari cikar dokar bemo... alias dokar yang ditarik kuda . tarif nya Rp. 10.000 per orang.
tetapi orang orang di pelabuhan ini tricky banget, katanya 10.000/orang kalo muat 5 orang, jadi kalo 1 cidomo cuman muat 2 orang kita harus nambah. wuah.... aku males aja berdebat, akhirnya nambah rp. 10.000 untuk dua orang, jadi total rp. 30 .000 untuk berdua naik cidomo ke pinggir pelabuhannya. Ku lihat di sebelah, 3 cewek dari negeri jiran, mencak mencak di palak tarif, karena katanya biaya suttle bus menjanjikan sdh sekaligus dengan seluruh biaya nyebrang ke Gili.
Emang waktu ditawarin awalnya gitu sih... faktanya dilapangan kudu nambah lagi. bisa bisa... turis pada kabur nih.... please..
sekitar 40 menit, publik boat yang memuat sekitar 40 an orang menepi di pantai Gili Trawangan, merupakan Gili terbesar dan terjauh dari 3 gili yg ada di sekitar situ ( gili meno di tengah dan Gili air paling dekat pelabuhan bangsal.)
pelabuhan bangsal, full turis
suasana publik boat
pelabuhan gili trawangan
berasa seperti di pantai asing , saat menjejakkan kaki ke Gili trawangan, penuh banget dengan turis bersliweran memakai busana ala pantai. Ini pantai ada di Indonesia atau di negara mana ya.....????
Dengan petunjuk seorang mas mas yang baik hati, kami segera menuju Rose Homestay yang ternyata tidak terlalu jauh dari pantai, cuman butuh 1 belokan sekitar 200 meter dari pantai.
Kamar nya luas, kamar mandinya luas... sayang ngga ada apa apanya lagi. no TV. tapi WIFI lumayan kencang ( lha..keesokan harinya baru minta passwordnya hehehe)
Rose homestay
leyeh leyeh at beach
lost in the island
karena niatnya berjemur di pantai, lupakan TV dan segala Film seri di FOX Crime... ( hobby hobby hobby....)Di Gili ... asli cuman mo menikmati suasana gili.. pantai .. matahari ....
kami memutuskan ngga ikutan paket keliling pulau, snorkling dll... selain abi yg khawatirnya kepayahan, aku juga males ngga bawa baju renang. Ini bener bener leyeh leyeh di pulau judulnya....
selama 2 hari .....enjoying.... Thanks GOD
Senin, 29 Februari 2016
Mangrove Forest Balikpapan aka SMAN 8 Bpp
Dari WA group SMA 2 minggu yang lalu, ada woro woro, ngajak reunian kecil di Hutan mangrove Balikpapan, yang direncanakan tanggal 27 Februari 2016,. karena itu hari Sabtu, awalnya ngga pengen ikut, karena punya jadwal ngajar di Sabtu sore. tetapi karena "rayuan " sabahat sahabat SMA, akhirnya diputuskan ikut juga reuni ini, dengan catatan ngga nginap di Balikpapan, selesai acara langsung kembali ke Samarinda.
Sabtu pagi yg alhamdulillah cerah... meluncurlah kami 3 emak emak dengan kendaraan sendiri ke Balikpapan. Sepanjang 110 km ngga berasa , karena ribut ngobrol masa lalu... wuah... mana ada habisnya cerita 3 tahun di SMA. ;-)
Setelah jemput sana jemput sini ( 2 sahabat yang datang dari Jakarta) ,akhirnya kami tiba juga di TKP. SMAN 8 Balikpapan yang terkenal dengan sebutan SMA Mangrove. karena punya mangrove forest 22 ha. di halaman belakang sekolah. wuih.... apa ngga keren tuh.
Ternyata hutan mangrove ini deket banget dengan rumah Om ku... di Gn Empat. kok selama ini kalo ke Bpp kita ngga pernah nengok yaaa...??? jalannya ke pantai mulu sih....
Kepala sekolah SMAN 8 ini sohib kami di kelas A1 ( ilmu fisik 29 tahun yang lalu) dan issue nya bakal di promo menjadi kepsek di ex SMA kami ( SMAN 2 Balikpapan)... Hebat hebat.... congrats deh buat Mas Agus Ikhsan....
Setelah makan siang, n sholat djuhur, mulailah kita tracking hutan mangrove... lumayan menguras tenaga, untuk mengelilingi jalur tracking butuh sekitar 1 jam paling cepat dan 2 jam sambil narsis narsis. sayang kita tracking nya siang siang ( walaupun berada di keteduhan pepohonan bakau) kita jadi ngga ketemu sama hewan hewan eksotis penghuni mangrove forest. salah satunya bekantan.
katanya sih Bekantan ini keluarnya pagi hari dan menjelang petang gitu...
Mangrove Forest ini sangat dijaga kelestariannya, karena merupakan buffer zone untuk menghindari abrasi air laut dan menjadi peyangga juga buat sumber air tawar di sekitar wilayah Balikpapan.
Selama kami tracking n narsis narsis lebay... ada beberapa wisatawan lokal yang juga berkunjung. Biaya masuk gratis. yang penting jangan nyampah sembarangan aja. bagus juga untuk area edukasi bagi murid 2 TKdan SD agar cinta lingkungan sejak dini.
Alamat lengkap Magrove Forest : Jl. AMD Gunung Empat, RT. 14, Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur 76131
Sabtu pagi yg alhamdulillah cerah... meluncurlah kami 3 emak emak dengan kendaraan sendiri ke Balikpapan. Sepanjang 110 km ngga berasa , karena ribut ngobrol masa lalu... wuah... mana ada habisnya cerita 3 tahun di SMA. ;-)
Setelah jemput sana jemput sini ( 2 sahabat yang datang dari Jakarta) ,akhirnya kami tiba juga di TKP. SMAN 8 Balikpapan yang terkenal dengan sebutan SMA Mangrove. karena punya mangrove forest 22 ha. di halaman belakang sekolah. wuih.... apa ngga keren tuh.
tampak depan SMA N 8 Balikpapan
Ternyata hutan mangrove ini deket banget dengan rumah Om ku... di Gn Empat. kok selama ini kalo ke Bpp kita ngga pernah nengok yaaa...??? jalannya ke pantai mulu sih....
jalan kayu di dalam mangrove forest
Kepala sekolah SMAN 8 ini sohib kami di kelas A1 ( ilmu fisik 29 tahun yang lalu) dan issue nya bakal di promo menjadi kepsek di ex SMA kami ( SMAN 2 Balikpapan)... Hebat hebat.... congrats deh buat Mas Agus Ikhsan....
Setelah makan siang, n sholat djuhur, mulailah kita tracking hutan mangrove... lumayan menguras tenaga, untuk mengelilingi jalur tracking butuh sekitar 1 jam paling cepat dan 2 jam sambil narsis narsis. sayang kita tracking nya siang siang ( walaupun berada di keteduhan pepohonan bakau) kita jadi ngga ketemu sama hewan hewan eksotis penghuni mangrove forest. salah satunya bekantan.
katanya sih Bekantan ini keluarnya pagi hari dan menjelang petang gitu...
Mangrove Forest ini sangat dijaga kelestariannya, karena merupakan buffer zone untuk menghindari abrasi air laut dan menjadi peyangga juga buat sumber air tawar di sekitar wilayah Balikpapan.
Selama kami tracking n narsis narsis lebay... ada beberapa wisatawan lokal yang juga berkunjung. Biaya masuk gratis. yang penting jangan nyampah sembarangan aja. bagus juga untuk area edukasi bagi murid 2 TKdan SD agar cinta lingkungan sejak dini.
Alamat lengkap Magrove Forest : Jl. AMD Gunung Empat, RT. 14, Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur 76131
Selasa, 05 Januari 2016
when we visit bali after stroke
Ke Bali itu, bukan lah merupakan destination prioritas bagi
ku, karena sudah terlalu sering melihat melalui foto dan film tentang kondisi
alam dan pariwisata di sana, sehingga rasanya sudah sangat familiar dan ngga
perlu lagi dikunjungi.
Tetapi dari beberapa traveling ke luar, jika bertemu dengan
orang luar, maka selalu di Tanya tentang Bali… dan jawabnya cuman oh… its
wonderfull place. Dari pada jawab ohhh saya belom pernah ke sana. Wah… keliatan
banget tidak cinta negeri sendiri. ;-(
Akhirnya, di pertengahan 2015, iseng aja booking ticked Balikpapan – Denpasar PP untuk 1 Januari
2016. Lumayan dapat citilink murah.
Di awal Oktober, abi
terkena serangan stroke, dan harus opname 11 hari di RS (yang sukses membuat ticked ke Tokyo 19 Oktober hangus
ngusss!!! ) Semoga Allah mengganti
dengan destinasi lebih baik. UMROH sekeluarga ya Allah.
Setelah hampir 3 bulan, kondisi recovery abi berjalan sangat baik, ( Subhanallah….,
Segala Puji hanya bagi Engkau ya Allah). Dan memutuskan ticked ke Denpasar akan
dipakai sesuai rencana. Dengan catatan Mas Astrico harus ikut, karena perlu
temen untuk jaga Abi. ( walaupun sebenanrnya Abi ngga perlu di jaga sih…) Cuman
save feel aja kalo ada orang lain yang nemenin.
Masalah berikutnya, adalah menjaga agar segalanya berjalan
baik , yang paling prioritas, asupan diet makanan dan obat harus tetap di jaga.
Lha… kan biasanya dalam traveling kita Wisata kuliner tuh, karena membawa abi
yang harus diet garam dan harus selalu ada sayuran hijau, maka saat berangkat,
koper kami isi dengan sayuran hijau dan
seledri. Ntar sampai hotel kan gampang tinggal masukin di kulkas kamar.
Eh… ndilalah… hotel budget yang kami tempati ngga punya kulkas
di kamar, akhirnya sayuran tsb kami
letakkan di wastafel kamar mandi. Dan cuman 2 hari bertahan hijau nya. Hari ketiga
sudah mulai menguning dan terpaksa kami buang.
Ngga gampang juga meminta rebusan sayuran hijau di tempat
tempat makan yang kami kunjungi. Akhirnya hari selanjutnya… Bismillah aja
dengan makanan yang ada dan pesen jus buahnya ditambah.
Alhamdulillah… traveling nya lancar ( walaupun di beberapa tempat Wisata abi ngga bisa ikut
mengelilingi, karena khawatir terlalu lelah). Paling ngga berendam di Sanur dan
menikmati Kuta sudah dilakoni.
Akhirnya…. Selalu ada insight dari setiap traveling. Semoga
Allah mempercepat pemulihan abi, dan
bisa umroh sekeluarga, semoga Allah memudahkan rejeki kami… dan senantiasa memberi kami kesehatan....
UMROH tahun depan ya ALLAH...tolong panggil kami ya ALLAH.....
Rabu, 16 September 2015
Membuat VISA JAPAN lewat Travel Agent
Ketika berhasil issued ticked murah ke Jepang akhir tahun lalu, langsung terbayang urusan visa ini.
dari ngubrek beberapa blog tentang traveling ke Jepang, dpt lah di simpulkan bahwa untuk yang punya e-paspor ngga usah buat visa, tetapi jika merupakan kunjungan pertama harus tetap lapor di kebubes Jepang.. untuk yang paspor biasa, harus tetap membuat Visa.
Secara saya yang tinggal di Kalimantan Timur, maka buat Visa harus ke Konjen Jepang di Surabaya. Wahhh... kalkulasi sana sini, biaya ngurus visa harus di tambah biaya ticked dan lain lain... jadi lumayan mahal...
Kemudian ketemu satu blog yang cerita ttg membuat visa Jepang lewat jasa travel...
Akhirnya cari Travel yang biasa buat Visa Jepang, ketemu lah Bayu Buana Travel, ehh.. ndilalah di situ ada kenalan yang kenal nya juga waktu di Garuda Travel fair. Setelah saling berkirim email , melengkapi persyaratan, transfer biaya sebesar Rp. 606.000,-
abrakadraba... dan Alhamdulillah....
Paspor selesai dalam waktu 10 hari sejak pengiriman dokumen. tentu saja ini lebih murah dibanding berangkat sendiri ke Konjen Jepang di Surabaya.
jadi buat siapapun yang mo ke Jepang dan di kotanya ngga ada Konjen Jepang, silahkan hubungi Travel Agent di kota anda yang biasa buat Visa. Di jamin ngga bikin pusing kepala. :-)
JAPAN... I'll Coming in October 2015....
dari ngubrek beberapa blog tentang traveling ke Jepang, dpt lah di simpulkan bahwa untuk yang punya e-paspor ngga usah buat visa, tetapi jika merupakan kunjungan pertama harus tetap lapor di kebubes Jepang.. untuk yang paspor biasa, harus tetap membuat Visa.
Secara saya yang tinggal di Kalimantan Timur, maka buat Visa harus ke Konjen Jepang di Surabaya. Wahhh... kalkulasi sana sini, biaya ngurus visa harus di tambah biaya ticked dan lain lain... jadi lumayan mahal...
Kemudian ketemu satu blog yang cerita ttg membuat visa Jepang lewat jasa travel...
Akhirnya cari Travel yang biasa buat Visa Jepang, ketemu lah Bayu Buana Travel, ehh.. ndilalah di situ ada kenalan yang kenal nya juga waktu di Garuda Travel fair. Setelah saling berkirim email , melengkapi persyaratan, transfer biaya sebesar Rp. 606.000,-
abrakadraba... dan Alhamdulillah....
Paspor selesai dalam waktu 10 hari sejak pengiriman dokumen. tentu saja ini lebih murah dibanding berangkat sendiri ke Konjen Jepang di Surabaya.
jadi buat siapapun yang mo ke Jepang dan di kotanya ngga ada Konjen Jepang, silahkan hubungi Travel Agent di kota anda yang biasa buat Visa. Di jamin ngga bikin pusing kepala. :-)
JAPAN... I'll Coming in October 2015....
Langganan:
Postingan (Atom)






