Rabu, 03 Juni 2015

DERAWAN Part 1

Sabtu, 30 Mei 2015
Akhirnya.... Go to DERAWAN !!!!
Ba'da subuh , check out dari rumah menuju Bandara Sepinggan Balikpapan,  dan pesawat ke Tarakan  akan take off 09.55.
Ketemu 1 rekan perjalanan dari Melak , dan akhirnya ketemu sekian belas rekan perjalanan lainnya di dalam pesawat yang berasal dari Jakarta. beberapa lainnya dari Manado terbang dengan Batik Air.

10.10 wita landing dengan mulus di Juata Tarakan, lumayan banyak ternyata yang ikut, sampai dibagi menjadi 2 rombongan. Makan siang dan sholat dulu di Tarakan, trus meluncur ke pelabuhan untuk lanjut by speed boat ke Derawan.

DERAWAN I'm Coming!!!!!
Perjalanan dari pelabuhan Tarakan ke Derawan, dalam cuaca sangat amat cerah ( baca puanass poll) dengan gelombang laut yang nyaris tak ada ;-)) beruntung bangets) sekitar 2,5 jam.
1 Speed boat besar muat sekitar 18 orang, karena Tarakan adalah sebuah pulau  terpisah dari pulau Kalimantan, maka perjalanan ke Derawan akan menyusuri pinggiran  perairan / laut sulawesi.
2, 5 jam sih... ngga ada apa-apanya dibanding 9 jam naik speed boat dari Smd - Long Bagun menyusuri sungai Mahakam.

16.00 wita, akhirnya merapat di dermaga water Villa yang kami sewa selama di Derawan.



Aku kebagian kamar paling depan , sebagai orang yang mendaftar duluan. hehehe tks Om Dicky .
selepas meletakkan barang barang , langsung nanya tempat penyewaan sepeda di mana ya? soalnya mau menikmati sunset di pinggir laut di balik pulau .
akhirnya sewa sepeda 50 ribu untuk 3 sepeda selama 1 jam, untuk berburu sunset, ini dia hasilnya....




hari pertama perjalanan Derawan yang luar biasa....
Ngga sabar menunggu esok.... untuk berburu sunrise....perjalanan dengan rute Kakaban ( Danau Ubur-Ubur, laguna), dan Maratua paradise Island, serta Gua Haji Mangku (special requestnya Mbak Indy)
to be continue....

Selasa, 26 Mei 2015

WhatsApp

Sejak fasilitas WhatsApp ku instal di Zenfone ku, maka bertubi-tubi group WA menghampiri diriku...
---------------------
Bertahun tahun lalu, kala bbm ( black berry massenger) booming, aku sudah mengultimatum diri sendiri untuk tidak beli gadget baru (BB), trus ngga akan instal bbm di android ku, Dan itu berhasil kulakukan bertahun tahun, sampai sampai beberapa rekan berkata, sombong amat sih ngga mau bagi pin bb nya, Lha apa yang mau di bagi, wong bb aja ngga punya. dan biasanya mereka hampir semua ngga akan percaya seorang Dewi ngga punya BB. Trus kalo ngga punya emang kenapa ? kadang kesel juga di tanyain " kok ngga punya bb bu?  "emang kalo ngga punya ngga bisa masuk surga ya?"

Seorang Kepala Divisi di Perusahaan, pernah mengatakan saya sebuah keunikan dan anomali, dan beliau berusaha membujuk saya dengan segala rayuan untuk memiliki BB atau minimal menginstal bbm di android saya. Segala argumen di keluarkan, sampai beliau akhirnya menyerah sendiri. Karena saya tidak bergeming dari prinsip No BB.

Tetapi hal berbeda terjadi dengan WhatsApp, dimulai dari seorang family yang membuat group untuk keluarga dan memintaku bergabung, nyaris 1 bulan mungkin permintaan tersebut kuabaikan, sampai kemudian entah kenapa bertemu rekan IT, dan iseng nanya, bisa instal WA di Zenfone saya ngga ? kataku ... Oh bisa banget bu, paling cuman 5-10 menit.  Oke deh tolong ya, dengan segera kuberikan Zenfone ku.

Sejak saat itu mulailah bergabung dengan berbagai Group di WA, ada group Family, Group temen temen SMA, group Pengajian, Group Traveling Japan, Group traveling Derawan, Group temen temen kantor yang sudah resign dll...
dan ternyata lagi -lagi Allah memberiku kesempatan untuk berbuat kebaikan  melalui beberapa group ini, misal group temen temen SMA, yang punya motto One Day one Juz, wah ini bener bener memotivasi untuk baca Al Qur'an setiap hari.
atau Group KBH (kampung Bersih hati) yang selalu sharing hal hal positif untuk menguatkan keimanan.
ada juga sih group group yang isinya canda dan tawa, saling ngebulying antar sahabat dengan cara lucu, menyegarkan juga, sebagai sebuah selingan.
Group Traveling membuat kami serasa sudah saling kenal, walau belum ketemu dan traveling nya juga masih lama.... ( berbulan bulan lagi).
Pada intinya Group group tersebut,
1.  menjadikan hubungan silaturahin terjalin kembali ( ada yang ngga pernah ketemu temen kuliah 23 tahun yang lalu,  akhirnya reuni kecil kecilan ketika berkunjung ke kotanya).
2. Saling memotivasi dengan sharing hal hal yang positif, yang sangat kita butuhkan , disaat kita sedang merasa down.
3. Saling mengingatkan , jika mendapat sharing kejadian kejadian yang harus kita waspadai atau antisipasi.
4. Menambah banyak wawasan dengan berbagai macam postingan sahabat 2 kita
5. Menambah relasi di berbagai kota, yang bahkan ketemupun belum pernah.
6. nambah biaya untuk pulsa pastinya ;-))
7.Banyak hal positif lain yang didapat jika kita bener bener cerdas memanage penggunaan WhatsApp kita.

Membantu seseorang di ATM

Pagi-gagi mendapat postingan di WA family, tentang hati hati membantu seseorang menggunakan ATM, karena bisa jadi itu sebuah modus penipuan....
Apa iya selalu begitu? sekarang niat membantu orang lain kok jadi susah banget ya...? jangan jangan kita ketipu, jangan jangan kita jadi susah, jangan jangan kita dipolisikan ? Wuih mencemaskan sekali, sehingga banyak orang jadi mikir dua kali atau berkali-kali ketika ingin membantu ( baca membantu seseorang menggunakan ATM mereka di mesin ATM)
pengalaman ku bercerita sebaliknya....
----------------------
Senin sore kemarin, ketika keluar dari kantor bersama dengan beberapa rekan, tiba tiba didatangi seorang mbak mbak ( masih Muda) karyawan pabrik jika dilihat dari seragam yang dipakainya, dengan terengah -engah ( mungkin berlari dari pabrik menuju pintu gerbang kantor) menyapaku " Bu ... bisa bantu saya pakai ATM?" saya respon " kenapa Mbak, ngga bisa sendiri?"  Si Mbak menjawab dengan wajah khawatir, "Saya takut Bu, karena kemarin ATM saya tertelan, dan hari ini dikasih ATM dan PIN baru oleh Pak Bos, nanti kalo tertelan lagi saya ngga bisa ngambil gaji Bu "
"Oh... begitu"
Singkat kata kami segera ke ATM di depan Kantor, dan saya pun memandunya menggunakan mesin ATM, Saya katakan, "Mbak kalo kesulitan dengan nomor pin yang dari bank, bisa kok kita ubah pin sesuai dengan yang kita inginkan , yang mudah kita ingat ". jawabnya " ngga usah Bu.. nanti malah tertelan lagi" rupa-rupa nya dia trauma banget dengan kejadian ATM nya tertelan beberapa hari yang lalu.

Karena memandu dari a sampai z, maka so pasti saya juga melihat saldo rekeningnya, sebelum melakukan tarik tunai. DEG !!!  melihat saldonya , saya langsung berucap syukur dalam hati kepada Allah yang memberiku rejeki lebih.... ( padahal siang tadi sudah mikir dan galau nih, mau beli alat snorkling 1,4 juta, rupanya Allah memberi petunjuk pada ku di sore ini, bahwa rencana beli itu bukan hal yang penting, lha... gimana coba, mau beli alat snorkling 1,4 jt sementara saldo si mbak tadi yg sudah kerja di pabrik  berkeringatan cuman.....)
Setelah semua transaksi beres dan hanya menyisakan minimal saldo yang harus ada di ATM, maka si Mbak mulai sumringah dan berkali kali mengucapkan syukur padaku, " semoga Allah yang membalas Ibu ya..." katanya... amin kataku.
Padahal cuman bantu ngambil duit yang notabene duit nya sendiri, tetapi luar biasa rasa terimakasihnya, jadi ngga enak hati sebenarnya , karena merasa apa yang baru saya lakukan ,  biasa banget.
Dia mungkin tidak sadar ( pasti) bahwa sesungguhnya sayalah yang harus berterimakasih kepadanya, karena memilih saya untuk membantunya, di antara beberapa rekan yang sama sama keluar kantor. Dia tidak mengetahui, bahwa dengan cara itu, saya mendapat insight yang dalam dan memupus kebimbangan untuk suatu perkara ( beli alat snorkeling).
Allah tidak pernah salah dalam memberi petunjuk kepada hambaNYA.
Allah Maha memberi Petunjuk

Rabu, 06 Mei 2015

Rencana Rencana Traveling 2015

Setelah  di Januari Keliling Bangkok n KL, nampaknya "virus" traveling ngga mau terbang dari diriku :
Coba aja  liat jadwalnya :
30 Mei - 2 Juni : go to Derawan bersama temen temen komunitas jalan jalan  ( ticked pp sudah punya)
Traveling impian yang sudah lama di rencanakan, tetapi  selalu terkendala, semoga rencana kali ini dimudahkan oleh Allah SWT.

31 Juli sd 3 Agustus 2015 : Trip to Bromo with Sukardi Family
Ini rencana perjalanan yang ngga sengaja  untuk di rencanakan, tetapi sebagian biaya sudah ada yang memberi donasi ... wuih.... masa sih di tolak. Bakalan seru kumpul sama  ibu,suami,  sodara, om, tante, sepupu, ponakan, anak anak untuk menikmati kebesaran Allah di puncak Bromo.
Ticked belum di beli... tapi Insya Allah dimudahkan...

18 Oktober  - 30 Oktober 2015  : GO TO JAPAN
ini  sebenarnya hasil dari googling mau banckpackeran alone di japan, dan kebetulan punya kenalan mahasiswa Jepang , ternyata Allah mempertemukan dengan blognya Mbak Tetha yang merencanakan tour murah ke Jepang. nekad aja.. daftar.
Cari ticked PP sendiri melalui KL (hmmmm sudah lebih PD ke KL sendiri) pan sudah 4 kali PP ke KL. PD lah.... ( Ticked asdh ada... tinggal ngurus Visa, semoga bisa, sekalian waktu ke Sby di Agt nanti)

semoga semua rencana berjalan dengan lancar, Allah memudahkan, memberi kesehatan, rejeki dan kekuatan, Niatnya satu saja, untuk mengagumi ciptaan Allah di muka bumi ini.....
Insha Allah

Rabu, 25 Februari 2015

Sport Jantung di bandara KLIA 2

hari terakhir dalam traveling  ala Backpacker kami di KL, bener bener sport jantung deh !!!

---------------------------
Jum'at, 30 Januari 2015, pukul 04.40 pagi waktu KL kami sudah check out dan menyewa "taxi" ke KLIA 2 yang jaraknya sekitar 45 km dari Hotel Metro di kawasan Bukit Bintang tempat kami menginap. Biaya all in taxi ( included Tol dll) RM 100. Lumayan mahal lah jika dikurs dengan rupiah , sekitar Rp. 370.000,- Tapi apa boleh buat... pagi buta begini mana ada Bus dan kereta yang kesana. paling pagi rute rute itu dibuka pukul 06.00.
Pesawat kami ke Balikpapan  akan berangkat pukul 08.20. mestinya 3 jam 50 menit cukup lah untuk check in , sholat subuh dan sarapan di bandara .
Pukul 05.20 menit, kami sudah tiba di KLIA 2 yang sudah terlihat hiruk pikuk dengan banyaknya calon penumpang, Segera saja mendatangi mesin self check in. Ternyata kami tidak bisa check in , walaupun sudah berkali kali mencoba, oleh petugas Air Asia yang terlihat di sekitar situ, kami disarankan untuk ikut antrian check in di counter..., karena ternyata booking seat kami di pesawat tsb belum ada.  alamak... melihat antrian yang mengular  (ada serombongan kontingen olah raga nampaknya) membuatku pusing duluan... tetapi syukurlah karena counter yang buka cukup banyak, sehingga tidak sampai 15 menit mengantri, kami sudah bisa mendapat boarding pass..
Melihat waktu masih sangat pagi  ( masih pukul 6 kurang ), kami memutuskan sarapan dulu ( karena waktu subuh juga nampaknya belum masuk). kembali sarapan di KFC.
Setelah sarapan, segera ke mushola untuk sholat subuh....,
keluar dari mushola terdengar panggilan terakhir untuk penumpang pesawat Air Asia tujuan Balikpapan. DEG !!! ini apa apaan sih... waktu aja masih menunjukan pukul 6.30.. masa sih pesawat dimajukan 2 jam lebih cepat tanpa pemberitahuan ?
Mulailah berlari menuju imigrasi dengan menggeret koper kabin.... Dengan wajah meminta maaf sedalam dalammnya, kami mohon dapat memotong antrian dan minta di prioritaskan karena pesawat kami sudah boarding... Beruntungnya orang orang yang antri memaklumi dan memberi tempat.
Wuahhhhhh!!!  sudah berkalkulasi jika seandainya memang tertinggal pesawat , maka harus pesan ticked lagi... biaya lagi, nginap lagi di KL...
yang bikin tambah stress adalah bandara ini besar banget... pemeriksaaan aja ada 3 kali lagi setelah dari imigrasi... Dengan pontang panting kami berlari sepanjang koridor menuju gate 9.
Setengah perjalanan ada mobil kecil bandara yang stop dan berbaik hati memberi tumpangan... terimakasihhhhhhhhhhhhhhhh
Tetapi mobil tsb tidak bisa sampai di depan gate, masih ada 2 pemeriksaan lagi dan jaraknya masih 300 meteran lagi untuk sampai gate.  ya... Allah... gimana nih... kalo bener bener ditinggal
pesawat?????
Akhirnya setelah pemeriksaan terakhir, tancap gas lari sprint 200 meter menuju GATE 9.
Untungnya selama seminggu traveling kami banyak jalan kaki, sehingga masih tahan untuk berlari. kalo ngga... wah mungkin sudah pingsan dari tadi tadi...
Sampai di depan GATE kami melihat cukup banyak orang yang sedang duduk duduk,  lho.... ini gimana ya.. jangan jangan salah GATE lagi. Ada 2 petugas yang mendatangi kami dan menanyakan boarding pass kami, ternyata benar ini para penumpang yang akan ke Balikpapan dan akan boarding pukul 08.20.
Lho...lho... kami protes kenapa informasinya ngaco begitu ? mereka diam saja mendengar komplain kami.
Sejenak kami mengatur napas yang ngos ngosan... asli baru kali ini kami panik.com dan sport jantung  yang bikin stress. kebayang ticked yang hangus, harus menunda penerbangan bla bla...

Setelah stressnya rada reda, celingak celinguk cari kursi untuk istirohat, eh... malah bertemu wajah wajah yang sangat familiar di samarinda, beberapa sahabat kuliah, ternyata mereka naik pesawat yang sama setelah semalam tiba dari Jeddah untuk berumroh....
Ngga  pengen lagi deh mengalami sport jantung yang bener bener bikin jantungan gitu !!!
akhirnya toh pesawat boarding 08.00 dan take off 08.30... malah 10 menit lebih lambat .
payah bener nih Info AIR ASIA di KLIA 2.

Selasa, 24 Februari 2015

Syiar melalui Sholat Centre aka Pelatihan Sholat Khusyu

Banyak jalan menuju Roma... ehhh banyak cara membuat diri kita bermanfaat ;-))
bertahun- tahun menjadi "seksi sibuk" di Pelatihan Sholat Khusyu adalah salah satunya...
---------------------
Kegiatan ini berawal dari "Syiar Ramadhan 2006 " di perusahaan , ketika itu panitia ramadhan mengundang seorang ustadz dari Surabaya khusus untuk mengadakan workshop sehari Pelatihan Sholat Khusyu bagi seluruh karyawan secara private
Mengingat saat itu biaya w'shop serupa yang diadakan oleh  Ust. Abu Sangkan di hotel hotel berbintang sangat mahal ( biaya registrasinya > 1 juta), maka cukup banyak karyawan yang berminat ikut w'shop ini (mumpung gratis) , tetapi ruangan yang tersedia  hanya mampu menampung sekitar 70 orang.
Aku sebenarnya salah satu orang yg hanya ikut mengurus konsumsi saja, tidak mengikuti w'shop nya, karena bertepatan pada hari yang sama perusahaan kami kedatangan rombongan safari ramadhan dari pemerintah kota yang akan berbuka puasa bersama di perusahaan.
jadilah peserta w'shop pelatihan sholat khusyu dan rombongan safari ramadhan berbuka puasa bersama di masjid An Nur ( di lingkungan perusahaan kami) dan moment itu mengenalkan aku dengan sosok Ustadz Abdul Aziz, sang maestro yang mengisi w'shop Sholat Khusyu.

Beberapa temen yang berjiwa "voulenteer" mulailah membentuk team untuk mengadakan kegiatan ini lebih luas lagi... cakupannya bukan hanya lingkungan kantor, tetapi sudah masyarakat umum.
Sejak itu mulailah kegiatan Pelatihan Sholat Khusyu ini rutin di adakan, minimal 3 bulan sekali.
Sejak awal, kami berkomitmen bahwa kegiatan ini adalah murni syiar, mengajak orang lebih banyak mengetahui ttg hakekat sholat, sehingga semua panitia yang terlibat jelas tidak mendapat keuntungan financial apapun dari kegiatan ini, Yang ada justru temen temen voulenteer harus menyumbangkan sesuatu, entah tenaga, waktu, pikiran atau biaya untuk mendanai kegiatan ini.

Awal mulanya kami menetapkan biaya registrasi berupa infaq sebesar Rp. 50.000,- sd - Rp 100.000  sekedar pengganti biaya snack dan makan siang saat pelatihan dan syukur syukur  infaq ini bisa menutupi biaya ticked dan akomodasi pak ustadz.
kemudian... sejak tahun 2010 sd sekarang, kami mencoba untuk membebaskan biaya registrasi ini dan alhamdulillah kegiatan ini dengan ijin Allah tetap berjalan.
banyak jamaah yang bertanya, dari mana biaya untuk mendanai semua ini?  Allah saja yang mencukupinya ... karena Allah Maha Kaya....

hampir 10 tahun berlalu, Pelatihan Sholat Khusyu ini tetap rutin kami adakan setiap 3 bulan sekali... tempatnya berpindah pindah, Allah juga telah menguatkan hati para sahabat voulenteer untuk tetap istiqomah dalam membantu kegiatan ini...
Insha Allah, semoga Allah Ridho dengan upaya kami untuk menyebarluaskan agama Allah di muka bumi ini.
amin....

Minggu, 22 Februari 2015

When "Teaching" is coming...

Semester ini akhirnya menerima tawaran seorang sahabat untuk menjadi pengajar di suatu Institusi pendidikan, setelah beberapa tahun yang lalu, belum bisa mengiyakan tawarannya.
___________
Mengajar adalah bagian dari talenta 'laten" yang sejak lama telah kuyakini, bahwa ini adalah seni yang akan membuatku nyaman dalam berekspresi ataupun bereksperimen. mengajar adalah sarana  refresing dari hiruk pikuk dunia HRD.
Bertemu dengan bakat bakat muda ( yang kita tidak tau 20 tahun yang akan datang mereka akan jadi apa?), berbagi ilmu dan menggali pengetahuan bersama, adalah sebuah keasyikan tersendiri. benar kata Rosul, mengajar adalah amal jariyah yang akan terus abadi pahalanya, sepanjang ilmu yang diajarkan terus dipergunakan dalam konteks kebaikan dunia dan akhirat. Mengajar lebih dahsyat daripada MLM ( Multi Level marketing) pada level setinggi apapun,
tetapi... deskripsi di atas hanya di amini oleh mereka yang mengajar dengan hati, tanpa iming iming masalah financial.
Mengajar , bukan sekedar mentransfer pengetahuan dan teori tentang suatu kondisi , tetapi juga tentang mentransfer nilai nilai kehidupan yang berlaku universal yang menjadikan mahasiswa menjadi generasi berkarakter hebat pada sisi positif.
tentu saja mengajar tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan jika ada misi besar yang ingin di capai. Butuh persiapan dan effort menjadikan pengajar sebagai agent of change, dan pada akhirnya menjadikan siswa yang diajar sebagai pribadi pribadi unggul di bidangnya.
Unggul dari semua sisi tentu saja.