Rabu, 07 Mei 2014

Jalan Jalan ke Singapore (1)

Awalnya bermula dari niat Astico mau kuliah di Nanyang Tech.University (NTU) Singapore, sehingga ketika ada promo Air Asia di bulan Desember 2013, langsung beli ticked pp jkt -sin untuk penerbangan april 2014. Tetapi Allah berkehendak lain dan dan telah menyiapkan yang lebih baik, tidak berhasil lulus test di NTU, balasan dari Allah , Ast diundang kuliah di UI bebas biaya masuk . Krn ticked sdh di tangan... jadilah selepas UAN langsung go to negeri Singa.
Ini kali pertama kami "backpacker" berdua ke luar negeri.
Persiapan perjalanan sudah di lakukan jauh hari, dengan ngintip blog para pelancong, sehingga tidak akan "tersesat" di negeri orang. Hasilnya ... kami benar benar bisa menikmati perjalanan ini dengan budget yang seminim-minimnya. Nginap di b 88 Hostel yg mendapat rekomendasi bagus dari Trip Advisor, beli STP untuk 3 hari yang ternyata sangat memudahkan kami berpetualang di segala penjuru negeri.
Beberapa tips bagi para pelancong yang pertama kali ke Singapore dengan budget minim:
-cari sebanyak mungkin info ttg penerbangan yg low cost (air asia /tiger-mandala)
-jika cuman 2-3 hari beli STP (Singapore Tourist Pass) aja   (untuk 3 hari ~$20dgn deposit $10 yg bisa diambil saat kembaliin kartu) , sampai puas selama 3 hari itu naik MRT atau Bus keliling singapore. Beli di Changi airport.
-Cari hostel yg direkomendasikan baik oleh banyak pelancong. b88 hostel satu diantaranya. tempatnya strategis banget. di tepi jalan besar ( nama jalannya juga Jalan Besar) di depan hostel nya ada halte bus. Bus no. 130 akan lewat stasiun MRT Bugis dan dari statiun MRT tsb terserah deh mau kemana.
- Jangan takut mencoba rute perjalanan yg agak beda dengan para turis pada umumnya. karena percaya deh... ngga bakal nyasar. kalo toch nyasar gampang banget untuk kembali ke tempat asal. ngikutin rute MRT atau bus aja. Mudah  banget lah.



Kamis, 10 April 2014

out of comport zone

Mengapa seseorang bisa memiliki tingkat motivasi sangat rendah dan pada suatu ketika sangat tinggi? Jawabannya mungkin terletak pada tantangan yang dihadapinya. dan sudut pandang seseorang atas apa yang dihadapi. Seseorang harus berani keluar dari comport zone jika ingin selalu merasa tertantang dan termotivasi. Untuk itulah sebenarnya hidup ini memberi arti.
Berdiam pada suatu tempat yang sama dalam suatu masa yang lama akan melumpuhkan semangat untuk menerima tantangan, semakin dalam kita berada di area nyaman, semakin sulit kita untuk berlari mengejar perubahan. Kaki kita terpaku erat dan tubuh kita bertancap dengan kuat pada pijakan area comport zone.
Jangan berharap kita bisa lepas dengan mudah jika sudah demikian.
Seperti sebuah pesawat ulak alik yang melesat melewati langit, melawan kuatnya tarikan gravitasi bumi dan akhirnya terbang bebas di semesta, seharusnya begitulah hidup yang penuh tantangan.
Lantas... apa yang sudah kita buat untuk berani berubah dan berani menerima tantangan baru ?
Jawabannya.. keluarlah dari area nyaman mu !!! Segera!!!

Kamis, 27 Maret 2014

menunggu part 2 (Seminar)

Akhirnya... jadwal seminar ada di genggaman, melalui sms pendek dari bagian administrasi. tgl 12 Maret 2014. Sedikit nervous juga, karena tidak diberitau siapa yang akan jadi penguji seminar. Ternyata 3 profesor dan 2 Doktor. Wuih... lengkap dah ujian kali ini.
Bersama seorang sahabat kuliah ( surprise  juga nyonya ini bisa seminar secepat ini ;-)), kami bersama sama berada di ruang seminar  dan  akan diuji oleh team penguji yang sama. ternyata sobat ku ngga bawa laptop yang compartable dengan infocus di ruangan. Alhasil aku menawarkan laptopku untuk di pakai olehnya lebih dulu. olala... ternyata aku ngga bawa charger laptop... Duh... gimana donk  kalo baterainya habis, sementara aku belum selesai presentasi  atau malah belum mulai presentasi?
Walaupun setiap presentator di beri waktu 1,5 jam untuk proses dari a sd z, tetap aja waktu itu sangat fleksibel...
Tapi aku berdoa semoga Allah memudahkan proses ini untuk kami berdua. Dari menit ke menit, bukannya aku mempersiapkan diri untuk materi presentasiku, tapi terus mengamati "baterai" laptop. semoga ngga habis ... semoga ngga habis, semoga tersisa untukku...
Menunggu sobat ku selesai presentasi sampai dengan acara tanya jawab sungguh menjadi moment yang menegangkan bagiku, karena laptop terus dipakai dan baterai terus tergerus...
Akhirnya selesai juga , dan kondisi baterai persis tinggal 50 %.
next... majulah diriku sebagai presentator berikutnya, aku skip beberapa materi presentasi dan langsung saja to the point mengingat bateraiku yang minim. waktu terus berjalan, berbagai pertanyaan dan saran , mengalir....
Finishing setelah hampir 100 menit. and baterai laptopku pun wassalam....
Alhamdulillah... Allah telah mengatur sebaik-baiknya untuk kami. Bantuanku meminjamkan laptop , di balas Allah dengan nilai A dalam seminar ini.

Rabu, 26 Februari 2014

"Menunggu "part 1 ( satu)

menunggu sudah pasti berkonotasi dengan "kejenuhan dan kebosanan". Adakah menunggu  yang  tidak menjemukan dan membosankan ?
--------------------------
Di akhir triwulan IV ini, setelah menyelesaikan SPP  , maka mulailah penjelajahan baru di depan mata, yaitu hunting dosen pembimbing dan berkejar kejaran dengan waktu dalam penyusunan thesis (terutama buat mahasiswa yang punya profesi sebagai karyawan). Ngomong ngomong tentang Hunting Dosen pembimbing pasti erat kaitannya dengan kata " menunggu".
Profesornya lagi di  luar kota... tunggulah sampai beliau kembali ...
Profesornya lagi menguji di program MSi, tunggulah sampai ujian nya selesai,
Profesornya lagi ngajar di program Doktor, tunggulah sampai jam ngajarnya berakhir.
Profesornya lagi umroh.. tunggulah sampai pulang dari umroh
Profesornya lagi ke toilet,tunggu aja di ruang tunggu situ...
Profesornya lagi ke mana ya? tadi barusan ada di ruangannya... coba tunggu aja deh , kata sekretaris nya.. ( ya... sampai kapan ? sampai profesornya kembali ke ruangannya ...) lha kalo profesornya langsung pulang ? masa sih kita tunggu sampe besok, ketika beliau kembali ke kantor? weleh weleh .

Kalo ngga punya strategi bisa bisa urusan tunggu menunggu ini bikin stress dan patah semangat. Dan tau ngga 50 % mahasiswa yang akhirnya lambat dalam penyelesaian skripsi  atau tesis , ya.. gara gara urusan sepele ini.

Dua pembimbing ku cukup berbeda urusan ini. Yang satu dengan senang hati mau keluar dari ruang ujian, dan sejenak menemui mahasiswa nya untuk menerima proposal, dengan janji minggu depan bisa diskusi setelah beliau membaca proposal tersebut. Yang satu lagi ( padahal berada di ruang ujian yang sama) meminta mahasiswa menunggu sampai ujian berakhir ( sekitar 3 jam lagi) baru bisa menerima proposal yg akan diserahkan. ( padahal sudah janji untuk ketemu bbrp hari sebelumnya)
Alhasil... menunggulah mahasiswa  (diriku) selama 3 jam  hanya untuk menyerahkan proposal ( yang mungkin hanya berlangsung tidak lebih dari 3 menit).
Dalam proses menunggu, apa yang harus dilakukan agar tidak menjemukan dan memberi manfaat?
1. Bawalah selalu buku bacaan di tas kita (  bisa apa saja yang memberi manfaat, bagus juga jika selalu bawa kitab suci)
2. Pakailah Gagdet seoptimal mungkin untuk membaca secara on line ( bukan sibuk up date status atau berkicau di jejaring sosial).
3.Carilah orang disekitar yang bisa diajak ngobrol, kadang kadang obrolan itu menjadi sangat bermanfaat, terutama jika menyangkut pengalaman menghadapi dosen pembimbing yang sama.

Dalam kasus menunggu ku di bagian pertama ini, karena tidak menyangka harus menunggu selama lebih dari 3 jam, maka setelah melihat lihat suasana, aku memilih membuka obrolan dengan orang orang sekitar yang juga ternyata sama sama menunggu.
3 jam berlangsung tanpa terasa, dan simsalabim memiliki relasi baru, mendapat banyak informasi, membuat diri kita tidak merasa menjadi orang paling menyedihkan, karena lebih banyak orang dengan nasib "menunggu" yang lebih parah.
Tetap Semangat walau  harus menunggu....

berburu buku di bursa buku murah Pasar Senen

Pada awalnya ingin mengumpulkan beberapa referensi untuk tugas akhir. Pada akhirnya mengumpulkan setumpuk novel untuk bacaan akhir pekan !!! walah!!!
--------------------------
Pertengahan Februari 2014, memang dirancang oleh NYA untuk waktu terbaik mendatangi Jakarta. Itu moment satu minggu  Jakarta tanpa di genangi banjir. karena minggu sebelumnya dan kemudian minggu berikutnya Jakarta tidak nyaman untuk di kunjungi. walaupun malam sebelumnya Gunung Kelud Erupsi, syukurnya penerbangan ke Jakarta masih aman ( walau harus delay beberapa saat karena pengaturan rute pesawat akibat beberapa bandara di Jawa Timur dan Tengah di tutup mendadak).

Begitu mendarat, langsung mencari Damri jurusan Stasiun Kota, untuk kemudian lanjut dengan Bajaj  ke Pasar Senen ( ngga sampai 10 menit dgn biaya 20 ribu). Berbekal berbagai  informasi dari blog blog yang sempat ku baca, bahwa pindahan bursa buku murah di jalan Kwitang sekarang ada di Lantai IV pasar senen.
Masalahnya Pasar Senen itu terlalu luas... lantai IV yang mana yang dimaksud? Alhasil Aku dan Astrico sempat harus muter muter tanya satpam sampai 5 kali. Untungnya satpam terakhir yang kami tanyai sangat paham dengan lokasi tersebut, sehingga mengarahkan kami dengan benar. Alhasil setelah 30 menit puter puter dengan membawa tas lumayan berat, kami sampai juga di lantai IV Bursa Buku Pasar senen. Pokoknya tujuan tercapai, sempat beli beberapa buku referensi, sebelum lanjut untuk check in di Ibis Kemayoran.

ternyata... Pasar Senen dan Hotel Ibis Kemayoran sangat amat dekat... (mungkin ngga sampai 1 km) dalam satu jalan lurus. Artinya rencana berburu buku di esok hari Insya Allah berjalan lancar sesuai harapan.

Esok nya setelah sebelumnya mengantar Tico ke Jubille School ( wuih sekolah 8 lantai yang so pasti muahal banget), aku mulai hunting buku. Kali ini karena sudah paham lokasi , aku masuk dari pintu yg searah dengan jalan lokasi Ibis kemayoran. baru masuk lantai IV sudah ditawari dengan setumpuk novel . karena niatnya cari beberapa buku referensi , sementara tawaran novel "paket murah" diabaikan dulu, setelah beberapa kali nanya ke abang abang pedagang, buku referensi yang ku cari ternyata tidak tersedia. akhirnya mulai deh melirik lirik buku bacaan lain yang ada.

Hati hati juga ketika melakukan tawar menawar harga buku. paling ngga kita mesti punya gambaran, kalo di toko buku resmi kira kira berapa harga buku tersebut. tawarlah 50% nya.
Saya sempat merasa "dikadalin" ketika mencari satu buku yang cukup sulit. ternyata penjualnya kemudian mencarikan buku tersebut di toko buku resmi dan kemudian menjualnya kembali ke saya dengan harga lebih mahal dari harga toko buku tsb. ( ya iyalah dia harus cari untung kan ). karena saya sudah terikat "kontrak", mau tidak mau saya ambil buku tersebut dan bayar di atas harga normal. Yeah... apes untuk satu buku. ( tapi justru buku yang sangat amat penting.)

Hari kedua berjalan lancar... hasilnya setumpuk buku referensi tesis dan setumpul novel  ... ciahhhh!!! Sisa hari sambil menunggu Tico selesai test, berkubanglah diriku di kamar hotel  dengan setumpuk novel tersebut. Sungguh this My Day,  hari yang sangat indah   !!!! hehehe..

Kapan kapan kembali lagi ah.....

Senin, 27 Januari 2014

Genghis Khan ( Serigala Padang Rumput)

lagi lagi ini tentang sebuah buku .
Disela sela meminjam buku perpustakaan  untuk berbagai tugas kuliah, entah kenapa aku mengambil sebuah novel tebal tanpa berpikir panjang.
Judulnya kalo di Indonesiakan adalah Serigala Padang Rumput. Ternyata buku ini adalah novel biografi seorang Genghis Khan ( ayo... siapa itu Genghis khan ???) masa sih Mas Tico yang kelas 3 SMA ngga tau siapa tokoh itu.. ckckckkk.. keterlaluan nih pelajaran sejarah di sekolah.

Asli... buku ini keren banget. (aku sampai 3 kali baca lho.. sebelum akhirnya dengan sangat berat dikembalikan ke perpustakaan) , tapi sudah diniatkan ntar mau cari bukunya di pasar Senen untuk koleksi di Perpus pribadiku.

Buat semua yang suka baca buku, harus baca buku 500 an halaman yang satu ini. bener ngga akan nyesel.
Ceritanya tentang masa kecil Temujin ( nama asli Genghis Khan)  sampai dengan dia berhasil membangun sebuah kesatuan perang yang siap menaklukkan wilayah wilayah di dataran Asia dan menyatukan suku bangsa Mongolia yang pada awalnya tercerai berai dan saling berperang antar suku.

Bahasa dan cara bertutur nya sangat enak untuk untuk dinikmati, Penulisnya sukses juga menceritakan detail detail masa kelam sang Genghis. Oh ya Penulisnya juga yang nulis The Last Emperor.

Pokoknya bagi pencinta buku yang belum baca ... ayo segera cari  dan nikmatilah penaklukan demi penaklukan seorang Genghis Khan.

Senin, 13 Januari 2014

Sebuah ide hanya akan jadi seonggok sampah jika tidak direalisasikan, sekecil dan sesederhana apapun ide tersebut.
Contohnya  Resolusi menyambut 2014
sederhana saja "mengunjungi minimal 1 negara berbeda setiap tahun" dengan gaya backpackeran
Ambisius? kayanya ngga deh. bahkan nyaris sangat sederhana. Yang jelas sudah ada temen seperjalanan yg pasti mau ikut asal dibayarin hehehe...
Dan resolusi ini akan dimulai di bulan April...  ticked PP sudah di kantong !!!wuih.... ngga sabar nunggu April......