Schedule hari ini seharusnya full day in PATTAYA...but must skip .. karena kejauhan dan rada malas liat pantai. ;-(
akhirnya bergeser ke schedule di hari berikutnya : Museum Madam Tussaud; MBK; food street di bawah Thong Lo Stasiun.
Tolong di catat fren, Museum Madam Tussaud ini berada di Siam Discovery yang nyambung dengan Siam Centre dan Siam Paragon, letaknya di Stasiun Siam. jam bukanya jam 10. 00 pagi. So.. ketika kami tiba jam 8.30 ya jelas masih sangat amat kepagian donk... .
gara gara kepagian... jadi narsis dulu deh... ;-))
Ticked masuknya lumayan mahal, kalo beli langsung di bangkok, tapi kalo beli melalui on line (webnya Museum ) maka harganya 400 bath per orang, dengan kurs Rp. 400 saat itu, maka jika dirupiahkan sekitar Rp. 160.000 ,-
Sebenarnya museum patung ini biasa aja sih... cuman karena di Asia Tenggara hanya ada di Bangkok, maka kapan lagi mengunjunginya kalo ngga pas berada di Bangkok.
muter-muter sekitar 2 jam lah, lengkap dengan narsis sana narsis sini... buat yang suka bergaya ala selebrities, cocok banget dah... masuk musem ini, bisa narsis abis ...!!!
Sempet bertemu turis asal Jakarta yang bantu memotret kami berdua dengan Eisntein. Tks ya...
yang paling berkesan untuk orang Indonesia di museum ini tentu saja patung lilin nya President Soekarno yang dipajang persis di depan pintu masuk. ( lagi lagi ini Tricky orang thai menarik turis dari Indonesia ;-(
presiden Soekarno emang tinggi banget ya... ???
salah satu acara Favourite ku..
Keluar dari Museum kami memutuskan ke MBK dengan berjalan kaki melalui sky bridge yang ada di sebelah kanan Siam Discovery. Sky brigde menghubungkan langsung dengan lantai 3 MBK. MBK ini kaya Mangga dua Mall di jakarta, tempat cari souvenir murah dan makan .
sky bridge ke MBK
Di lantai 6 MBK ini ada foodcourt halal dan juga tempat sholat ( dekat parkiran). harga makanan di sini lumayan murah dan tetap menggunakan sistem kupon seperti di foodcourt Terminal 21. aku sempat makan mie tom yum, mango rice , tea thai, lumayan rasanya...
Untuk souvenir masih lebih murah Chatucak lah ya... contohnya 1 set jepit kuku yg ada logo logo khas thailand di chatucak di hargai 100 bath ( isi 6) di MBK di tawarkan dengan 150 bath. setelah tawar tawaran akhirnya jatuhnya 120 bath.
di MBK ini niatnya cuman mo cari Hello Kitty Bag pesenan Alya. muter sana -muter sini ngga ketemu yang pas. akhirnya cuman makan dan sholat trus...jalan lagi ke Siam Centre. melalui sky bridge yang tadi.
Sempet ke Siam paragon untuk foto di depan Sea World nya Bangkok
Ticked masuknya mahal... kayanya sama aja dgn sea world nya ancol.
Malamnya menyempatkan diri ke Food street di sekitar Thong Lo stasiun, jaraknya cuman 1 stasiun dari hotel. cuman berani makan mango rice, di ujung jalan masuk nya, karena kelihatannya semua berbau tidak halal. waktu lagi makan , ternyata di sebelah kami ada turis dari Surabaya yg rekomendasikan di ujung jalan sana ada makanan halal ala india..
Kembali ke hotel memutuskan untuk berjalan kaki, toh cuman satu stasiun... ternyata sodara sodara... jangan menyepelekan satu stasiun ketika fisik sudah "uzur..." cape... dan kok rasanya ngga sampe sampe !!!
Selasa, 03 Februari 2015
Traveling Bangkok - KL hari keempat (Grand Palace dan sekitarnya)
Hari ini check out dari Hotel Nantra dan akan check in di Mandarin Hotel, tapi kami memutuskan untuk titip tas dulu aja di Nantra. ntar sore baru ke Mandarin Hotel untuk langsung check in.
Pilihan pindah hotel, semata mata karena promosi Expedia yang sangat amat lumayan untuk hotel berkelas bintang 4 seperti Mandarin. hanya lokasinya harus menggunakan MRT line di Sam yan stasiun trus jalan sekitar 200 meter.
---------
So ... hari ini Itenary nya adalah Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun, Vimanmek Mansion.
dari promphong stasiun ke stasiun siam, trus pindah kereta ke jalur Silom dan berhenti di Stasiun Saphan Taksin. keluar dari Stasiun Saphan Taksin, menuju pinggir sungai dan antrilah untuk naik kapal ke Grand Palace. sampai dengan naik kapal sih.. oke oke aja, bahkan sempat berkenalan dengan seorang lady boy yang kebetulan duduk persis sebelahan dengan ku. bahasa Inggrisnya lumayan, dan cukup komunikatif. bahkan dia duluan yang membuka percakapan dengan mengatakan "you are beautiful miss...." Secara yang pakai jilbab cuman daku sorangan di kapal yang penuh berisi turis dan warga lokal ini.
karena asyik ngobrol dengan nya, kami malah kelewatan pelabuhan untuk ke Grand Palace. Untungnya bukan cuman kami turis yang kelewatan, ada bbrp pasangan turis bule sdh tua yang juga kelewatan. dan akhirnya kami harus diturunkan di port berikutnya trus.... naik kapal lagi untuk menyeberang, so pasti bayar lagi. tapi ngga mahal sekitar 3 bath/orang.
yah... okelah, paling ngga sudah pernah berinteraksi dengan seorang lady boy di Bangkok hehehhe...
GRAND PALACE
Alamak... ini seperti pemandangan orang mau tawaf di masjidil haram aja ( puenuh para pengunjung dan lagi satu satunya yang berjilbab cuman diriku sorangan.... ) berpuluh bis berhenti untuk menurunkan para pengunjung. Ticked masuk ke Grand Palace ini lumayan mahal 500 bath/ orang termasuk ticked untuk mengunjungi Vimanmek Mansion yang letaknya cukup berjauhan dari Grand Palace dan pasti ngga bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Mengikuti arus saja, melihat kemegahan Grand Palace yang konon dulunya adalah Istana Raja dan di dalam kompleks ini juga memiliki beberapa tempat ibadah bagi umat Budha. Cukup luas arealnya, butuh sekitar 2 jam untuk benar benar bisa menikmati seluruh area dengan kepadatan pengunjung seperti saat itu.
Arus pengunjung di Grand Palace... puadatttt
salah satu bangunan di kompleks Grand Palace
si abi di depan istana raja Thai masa lalu
keluar dari Grand Palace kami memutuskan langsung ke Wat Arun saja, dari pelabuhan, ada kapal yang menuju Wat arun dengan biaya 4 bath /orang. Ticked masuk ke wat arun 50 bath/orang. Banyak pengunjung yang mendaki sampai puncak dan menikmati pemandangan kota Bangkok dari ketinggian. Tapi... aku dan abi memutuskan melihat lihat dari bawah aja, untuk jaga kondisi agar ngga terlalu cape. karena kami masih punya bbrp hari di bangkok dan KL. Ngga lucukan kalo tepar di hari berikutnya.
WAT ARUN
kemegahan Wat Arun...dan pengunjung yang naik ke puncaknya..
Sempat menikmati Green Tea ala Thai di cafe tamannya sebelum kembali ke Stasiun saphan Taksin untuk meneruskan perjalanan ke Vimanmek Mansion.
Untuk menuju Vimanmek mansion dari stasiun Saphan Taksin harus ke stasiun Siam dulu trus dari situ pindah BTS jalur Sukhumvit menuju ke Victoria Stasiun . Turun di Victoria stasiun ambil arah kiri, belok kiri ketemu sama pasar kecil dan di depannya ada halte bus... tunggu bus di situ no 28, 105 dan bbrp nomor lain yang langsung menuju Vimanmek Mansion, biayanya 8-10 bath /orang. jarak dari Victoria monumen sampai Vimanmek mansion sekitar 3 km .
Tapi waktu siang itu kami mo ke Vimanmek Mansion belom tau semudah itu jalurnya, jadi kami tawar-tawaran sama tuk tuk. yang awalnya dia kasih harga 200 bath Hah..???!!!! aku tawar 100 bath, akhirnya dia ok... padahal ternyata naik bus cuman 16 bath berdua... hiks hiks hiks...
Sampai di Vimanmeks ternyata hari itu sedang tutup pula, padahal di ticked tertera every day open. Alasannya lagi ada pembersihan..dan disarankan datang besok aja.. huhuhuh.... sdh mahal naik tuk tuk malah ngga dapet apa apa. kembali ke Stasiun Victoria monumen kami nekad pake bus.. eh ternyata malah oke.. just 8 bath.
Sebenarnya naik bus di Bangkok super duper murah, tapi karena jalurnya tertulis dalam bahasa Thai , maka kita harus berani nyasar, dan lagi pasti terkena macet, mirip lah dengan Jakarta. sementara naik BTS atau MRT dijamin ngga ada macetnya, walaupun biayanya jauh lebih mahal.
kami memutuskan kembali ke hotel lebih awal, karena harus ambil koper dulu di nantra dan check in di Mandarin.
Pilihan pindah hotel, semata mata karena promosi Expedia yang sangat amat lumayan untuk hotel berkelas bintang 4 seperti Mandarin. hanya lokasinya harus menggunakan MRT line di Sam yan stasiun trus jalan sekitar 200 meter.
---------
So ... hari ini Itenary nya adalah Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun, Vimanmek Mansion.
dari promphong stasiun ke stasiun siam, trus pindah kereta ke jalur Silom dan berhenti di Stasiun Saphan Taksin. keluar dari Stasiun Saphan Taksin, menuju pinggir sungai dan antrilah untuk naik kapal ke Grand Palace. sampai dengan naik kapal sih.. oke oke aja, bahkan sempat berkenalan dengan seorang lady boy yang kebetulan duduk persis sebelahan dengan ku. bahasa Inggrisnya lumayan, dan cukup komunikatif. bahkan dia duluan yang membuka percakapan dengan mengatakan "you are beautiful miss...." Secara yang pakai jilbab cuman daku sorangan di kapal yang penuh berisi turis dan warga lokal ini.
karena asyik ngobrol dengan nya, kami malah kelewatan pelabuhan untuk ke Grand Palace. Untungnya bukan cuman kami turis yang kelewatan, ada bbrp pasangan turis bule sdh tua yang juga kelewatan. dan akhirnya kami harus diturunkan di port berikutnya trus.... naik kapal lagi untuk menyeberang, so pasti bayar lagi. tapi ngga mahal sekitar 3 bath/orang.
yah... okelah, paling ngga sudah pernah berinteraksi dengan seorang lady boy di Bangkok hehehhe...
GRAND PALACE
Alamak... ini seperti pemandangan orang mau tawaf di masjidil haram aja ( puenuh para pengunjung dan lagi satu satunya yang berjilbab cuman diriku sorangan.... ) berpuluh bis berhenti untuk menurunkan para pengunjung. Ticked masuk ke Grand Palace ini lumayan mahal 500 bath/ orang termasuk ticked untuk mengunjungi Vimanmek Mansion yang letaknya cukup berjauhan dari Grand Palace dan pasti ngga bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Mengikuti arus saja, melihat kemegahan Grand Palace yang konon dulunya adalah Istana Raja dan di dalam kompleks ini juga memiliki beberapa tempat ibadah bagi umat Budha. Cukup luas arealnya, butuh sekitar 2 jam untuk benar benar bisa menikmati seluruh area dengan kepadatan pengunjung seperti saat itu.
Arus pengunjung di Grand Palace... puadatttt
salah satu bangunan di kompleks Grand Palace
si abi di depan istana raja Thai masa lalu
keluar dari Grand Palace kami memutuskan langsung ke Wat Arun saja, dari pelabuhan, ada kapal yang menuju Wat arun dengan biaya 4 bath /orang. Ticked masuk ke wat arun 50 bath/orang. Banyak pengunjung yang mendaki sampai puncak dan menikmati pemandangan kota Bangkok dari ketinggian. Tapi... aku dan abi memutuskan melihat lihat dari bawah aja, untuk jaga kondisi agar ngga terlalu cape. karena kami masih punya bbrp hari di bangkok dan KL. Ngga lucukan kalo tepar di hari berikutnya.
WAT ARUN
kemegahan Wat Arun...dan pengunjung yang naik ke puncaknya..
Sempat menikmati Green Tea ala Thai di cafe tamannya sebelum kembali ke Stasiun saphan Taksin untuk meneruskan perjalanan ke Vimanmek Mansion.
Untuk menuju Vimanmek mansion dari stasiun Saphan Taksin harus ke stasiun Siam dulu trus dari situ pindah BTS jalur Sukhumvit menuju ke Victoria Stasiun . Turun di Victoria stasiun ambil arah kiri, belok kiri ketemu sama pasar kecil dan di depannya ada halte bus... tunggu bus di situ no 28, 105 dan bbrp nomor lain yang langsung menuju Vimanmek Mansion, biayanya 8-10 bath /orang. jarak dari Victoria monumen sampai Vimanmek mansion sekitar 3 km .
Tapi waktu siang itu kami mo ke Vimanmek Mansion belom tau semudah itu jalurnya, jadi kami tawar-tawaran sama tuk tuk. yang awalnya dia kasih harga 200 bath Hah..???!!!! aku tawar 100 bath, akhirnya dia ok... padahal ternyata naik bus cuman 16 bath berdua... hiks hiks hiks...
Sampai di Vimanmeks ternyata hari itu sedang tutup pula, padahal di ticked tertera every day open. Alasannya lagi ada pembersihan..dan disarankan datang besok aja.. huhuhuh.... sdh mahal naik tuk tuk malah ngga dapet apa apa. kembali ke Stasiun Victoria monumen kami nekad pake bus.. eh ternyata malah oke.. just 8 bath.
Sebenarnya naik bus di Bangkok super duper murah, tapi karena jalurnya tertulis dalam bahasa Thai , maka kita harus berani nyasar, dan lagi pasti terkena macet, mirip lah dengan Jakarta. sementara naik BTS atau MRT dijamin ngga ada macetnya, walaupun biayanya jauh lebih mahal.
kami memutuskan kembali ke hotel lebih awal, karena harus ambil koper dulu di nantra dan check in di Mandarin.
Senin, 02 Februari 2015
Traveling bangkok - Kl hari kedua "Chatucak market"
Setelah satu kali naik BTS, sudah cukup confidence untuk naik BTS lagi ke Chatucak Market, Pasar yang cuman buka di hari Sabtu dan Minggu. (tapi denger-denger katanya sekarang Jum'at siang sudah mulai buka).
Dari hotel, kembali ke stasiun promphong ( sukhumvit line) trus naik BTS ke Mo Chit. Pasar Chatucak berada di depan Sta Mochit. Ngga bakal nyasar, karena kayanya seluruh orang yang ada di train bergegas menuju ke sana. Kalau stop di Mo chit, maka kita bisa by pass melewati Chatucak Park untuk sampai di pasar Chatucak yang diklaim terbesar di Asia ...
Tangga Turun Stasiun Mo Chit.. semua bergegas ke Chatucak Market
Wuih.... ada ribuan turis yang menuju pasar tersebut, untuk urusan turis kita wajib iri dengan thailand deh. Sebelum masuk pasar ada baiknya ke pusat informasinya dulu, untuk dapat peta sehingga ketika" tawaf" di pasar alias keliling keliling lebih efisien dan menghemat tenaga. tapi kalo lewat chatucak park, maka pusat informasinya berada di sebelah kiri, , bisa dicapai dengan menelusuri pinggir jalan raya, atau bisa juga lewat tengah pasar. di beberapa tempat ada peta besar yang menunjukan posisi kita berada. yang paling menarik, peta itu selalu menunjukan letak pengambilan uang yang terdekat. hahahha... memang bener bener tricky nih pasar. membuat orang ngabisin duit tanpa terasa.
Chatucak park, jalan by pass ke Chatucak market
ada hal yg rada bikin deg-deg an yang ku alami, terkait dengan pengambilan uang tunai, dari Samarinda, memang sengaja cuman bawa 1000 bath ( waktu itu kursnya 1 bath - Rp. 410 di money changer), karena haqul yakin pakai ATM aja dengan kurs yang lebih baik, Sampai di Don Mueang sudah mau ke ATm, tapi ngga nemu, akhirnya coba ambil di stasiun promphong. saat sudah memasukan kartu, ketika muncul informasi di layar, yang terbaca olehku semua hurup cacing " thai" alamak... kayanya ATM ini ngga ada pilihan Englishnya. langsung cancel aja, sebelum kartuku tertelan. ATM kedua... didatangi, ada seorang gadis Thai yang sedang berdiri, ketika daku bertanya, ini ATM ada pilihan bahasa Inggrisnya? Dia rada bingung mo jawab apa? akhirnya ngga berani gambling, kami tinggalkan ATM.
Saat sudah setengah berkeliling Chatucak market, mulai kerasa nih... bahwa 1000 bath tadi ngga bakal cukup. biasalah .. walaupun sudah mengintimidasi diri sendiri untuk ngga belanja belanja, tapi tetep aja ada yang menarik untuk di beli. akhirnya memutuskan untuk mengikuti peta besar, go to get cash money.
Berbekal bismillah... pergilah kami ke ATM ( tempatnya dekat pusat informasi). huf...la....akhirnya berhasil menarik 10.000 bath dan ada biaya adm 160 bath. Alhamdulillah... aman deh selama 4 hari yad...
wajah lega... setelah berhasil "menguras" ATM ;-))
kalo di pikir pikir... ngga mungkin kayanya ATM di sini ngga punya pilihan bahasa Asing, lha wong turis nya aja " berjuta-juta" gini. mungkin di ATM pertama tadi, aku cuman paranoid aja dengan kekhawatiran kartu ATM tertelan di negeri orang.
soal makan halal....
Dengan pengetahuan bahwa ada resto halal di tengah tengah chatucak, maka kami bergegas ke sana, (kan sudah punya 10 000 bath hehehe..). Rumah makan Saman Islam, letaknya persis di bawah tower jam . makanannya biasa banget, porsinya gede, ayam gorengnya guedeee banget, malah ngga bikin berselera. kayanya yang makan di sini rata-rata turis dari Indonesia dan Malaysia. harganya so so lah... kami menghabiskan sekitar 150 bath untuk berdua plus tea thai nya.
Rumah makan halal di tengah Chatucak Market
kenalan dengan 2 gadis muslim Thai..., pretty girls
Aku cuman beli manisan buah 5 bungkus @ 80 bath, 6 jepit kuku seharga 100 bath, 3 t-shirt seharga @80 bath, satu patung budha 20 cm titipan seorang temen seharga 100 bath ( dosa ngga sih beli patung ini? semoga Allah mengampuni dosaku karena membeli patung ini).
Itenary hari ini : Chatucak market, masjid Darul Aman ; Terminal 21
Destinasi selanjutnya masjid darul aman ; untuk menuju ke sana ; dari sta Mo Chit, ke Sta Ratchathewi, keluar melalui exit 3 ( sebelah kanan), turun tangga trus belok kiri ke jalan Petchaburi, nyebrang jalan trus cari soi 7.masjidnya sekitar 50 meter dari pinggir jalan petchaburi soi 7. di dekat situ ada rumah makan Islam namanya RM Farida.
kami sholat djuhur n ashar di jama dalam satu waktu. istirahat sebentar... kemudian go to Terminal 21.
Masjid Darul aman di Jl. Petchaburi Soi 7.
TERMINAL 21 MALL
( cuman mo lihat keunikan tiap lantainya aja sebenarnya).
untuk menuju Terminal 21 mall, dari sta manapun stop di stasiun Asok, lewat sky bridge sampai deh di mall mewah ini, kalo di jakarta sih kaya kaya mall plaza Indonesia gitu, mall nya orang kaya di bangkok. yang unik memang tiap lantainya bertema suatu kota, sampai ke toiletnyapun demikian, makanya aku bela-belain masuk toilet tiap lantai untuk membuktikan hal tersebut. Si Abi sudah mulai bete aja, apaan sih... kok masuk toilet di tiap lantai ?!!! Di food courtnya mall ini juga ada resto muslim ( halal) kalo ngga salah di lantai 5 gitu. harganya lebih mahal daripada di chatucak market ( ya iyalah... kelas nya beda gitu !!!)
ini penampakan rest room di lantai Tokyo... jepun bingits...
San Francisco Bridge in Terminal 21
untuk beli makanan di food court sini harus nukar bath kita dengan kupon dulu berbentuk kartu tipis gitu. , jadi di setiap counter makanannya, kartu kita akan di debet dan mengurangi nilai uang yg kita tukarkan tadi. kalo sudah selesai makan, saldo yg ada kartu kita bisa kita tukar lagi dengan uang pecahan bath . Aku tukar 500 bath di awal ( dengan pikiran makanan di sini kan lumayan mahal mahal), kalo di kurs sekitar 200 ribu gitu. setelah selesai makan ternyata saldo kartunya masih ada 200 an bath. Lumayan hemat juga makannya ;-))
Menjelang malam, back to hotel by bts lagi.... Besok mulai penjelajahan yang lebih seru... ;-)) Good night Bangkok....
Dari hotel, kembali ke stasiun promphong ( sukhumvit line) trus naik BTS ke Mo Chit. Pasar Chatucak berada di depan Sta Mochit. Ngga bakal nyasar, karena kayanya seluruh orang yang ada di train bergegas menuju ke sana. Kalau stop di Mo chit, maka kita bisa by pass melewati Chatucak Park untuk sampai di pasar Chatucak yang diklaim terbesar di Asia ...
Tangga Turun Stasiun Mo Chit.. semua bergegas ke Chatucak Market
Wuih.... ada ribuan turis yang menuju pasar tersebut, untuk urusan turis kita wajib iri dengan thailand deh. Sebelum masuk pasar ada baiknya ke pusat informasinya dulu, untuk dapat peta sehingga ketika" tawaf" di pasar alias keliling keliling lebih efisien dan menghemat tenaga. tapi kalo lewat chatucak park, maka pusat informasinya berada di sebelah kiri, , bisa dicapai dengan menelusuri pinggir jalan raya, atau bisa juga lewat tengah pasar. di beberapa tempat ada peta besar yang menunjukan posisi kita berada. yang paling menarik, peta itu selalu menunjukan letak pengambilan uang yang terdekat. hahahha... memang bener bener tricky nih pasar. membuat orang ngabisin duit tanpa terasa.
Chatucak park, jalan by pass ke Chatucak market
ada hal yg rada bikin deg-deg an yang ku alami, terkait dengan pengambilan uang tunai, dari Samarinda, memang sengaja cuman bawa 1000 bath ( waktu itu kursnya 1 bath - Rp. 410 di money changer), karena haqul yakin pakai ATM aja dengan kurs yang lebih baik, Sampai di Don Mueang sudah mau ke ATm, tapi ngga nemu, akhirnya coba ambil di stasiun promphong. saat sudah memasukan kartu, ketika muncul informasi di layar, yang terbaca olehku semua hurup cacing " thai" alamak... kayanya ATM ini ngga ada pilihan Englishnya. langsung cancel aja, sebelum kartuku tertelan. ATM kedua... didatangi, ada seorang gadis Thai yang sedang berdiri, ketika daku bertanya, ini ATM ada pilihan bahasa Inggrisnya? Dia rada bingung mo jawab apa? akhirnya ngga berani gambling, kami tinggalkan ATM.
Saat sudah setengah berkeliling Chatucak market, mulai kerasa nih... bahwa 1000 bath tadi ngga bakal cukup. biasalah .. walaupun sudah mengintimidasi diri sendiri untuk ngga belanja belanja, tapi tetep aja ada yang menarik untuk di beli. akhirnya memutuskan untuk mengikuti peta besar, go to get cash money.
Berbekal bismillah... pergilah kami ke ATM ( tempatnya dekat pusat informasi). huf...la....akhirnya berhasil menarik 10.000 bath dan ada biaya adm 160 bath. Alhamdulillah... aman deh selama 4 hari yad...
wajah lega... setelah berhasil "menguras" ATM ;-))
kalo di pikir pikir... ngga mungkin kayanya ATM di sini ngga punya pilihan bahasa Asing, lha wong turis nya aja " berjuta-juta" gini. mungkin di ATM pertama tadi, aku cuman paranoid aja dengan kekhawatiran kartu ATM tertelan di negeri orang.
soal makan halal....
Dengan pengetahuan bahwa ada resto halal di tengah tengah chatucak, maka kami bergegas ke sana, (kan sudah punya 10 000 bath hehehe..). Rumah makan Saman Islam, letaknya persis di bawah tower jam . makanannya biasa banget, porsinya gede, ayam gorengnya guedeee banget, malah ngga bikin berselera. kayanya yang makan di sini rata-rata turis dari Indonesia dan Malaysia. harganya so so lah... kami menghabiskan sekitar 150 bath untuk berdua plus tea thai nya.
Rumah makan halal di tengah Chatucak Market
kenalan dengan 2 gadis muslim Thai..., pretty girls
Aku cuman beli manisan buah 5 bungkus @ 80 bath, 6 jepit kuku seharga 100 bath, 3 t-shirt seharga @80 bath, satu patung budha 20 cm titipan seorang temen seharga 100 bath ( dosa ngga sih beli patung ini? semoga Allah mengampuni dosaku karena membeli patung ini).
Itenary hari ini : Chatucak market, masjid Darul Aman ; Terminal 21
Destinasi selanjutnya masjid darul aman ; untuk menuju ke sana ; dari sta Mo Chit, ke Sta Ratchathewi, keluar melalui exit 3 ( sebelah kanan), turun tangga trus belok kiri ke jalan Petchaburi, nyebrang jalan trus cari soi 7.masjidnya sekitar 50 meter dari pinggir jalan petchaburi soi 7. di dekat situ ada rumah makan Islam namanya RM Farida.
kami sholat djuhur n ashar di jama dalam satu waktu. istirahat sebentar... kemudian go to Terminal 21.
Masjid Darul aman di Jl. Petchaburi Soi 7.
TERMINAL 21 MALL
( cuman mo lihat keunikan tiap lantainya aja sebenarnya).
untuk menuju Terminal 21 mall, dari sta manapun stop di stasiun Asok, lewat sky bridge sampai deh di mall mewah ini, kalo di jakarta sih kaya kaya mall plaza Indonesia gitu, mall nya orang kaya di bangkok. yang unik memang tiap lantainya bertema suatu kota, sampai ke toiletnyapun demikian, makanya aku bela-belain masuk toilet tiap lantai untuk membuktikan hal tersebut. Si Abi sudah mulai bete aja, apaan sih... kok masuk toilet di tiap lantai ?!!! Di food courtnya mall ini juga ada resto muslim ( halal) kalo ngga salah di lantai 5 gitu. harganya lebih mahal daripada di chatucak market ( ya iyalah... kelas nya beda gitu !!!)
ini penampakan rest room di lantai Tokyo... jepun bingits...
San Francisco Bridge in Terminal 21
untuk beli makanan di food court sini harus nukar bath kita dengan kupon dulu berbentuk kartu tipis gitu. , jadi di setiap counter makanannya, kartu kita akan di debet dan mengurangi nilai uang yg kita tukarkan tadi. kalo sudah selesai makan, saldo yg ada kartu kita bisa kita tukar lagi dengan uang pecahan bath . Aku tukar 500 bath di awal ( dengan pikiran makanan di sini kan lumayan mahal mahal), kalo di kurs sekitar 200 ribu gitu. setelah selesai makan ternyata saldo kartunya masih ada 200 an bath. Lumayan hemat juga makannya ;-))
Menjelang malam, back to hotel by bts lagi.... Besok mulai penjelajahan yang lebih seru... ;-)) Good night Bangkok....
Minggu, 01 Februari 2015
Traveling Bangkok - KL hari kedua
Jam 02.00 pagi...abi sudah ribut bangun dan mandi, padahal janjian sama hotel untuk di transfer ke bandara jam 4, halahhh... takut telat. masih 2 jam, aku lelap lagi. Persis jam 4 resepsionis nya telp, sdh siap....bersama 1 turis bule diantar ke bandara KLIA2 untuk go to bangkok.
Self check in karena sudah familiar dengan mesin check in. mudah , praktis, tinggal scan kode booking atau ngetik di layarnya ( touch screen). Punya banyak waktu untuk makan dulu sebelum ke Imigrasi dan masuk ruang tunggu. ada banyak pilihan resto, akhirnya kami putuskan makan di KFC yang dijamin halalnya. pesen 2 porsi bubur ayam dan 1 porsi breakfast menu . lumayan mahal...total menghabiskan sekitar RM 20.
Bandara ini besar... dan jauh banget untuk masuk ke ruang tunggu, total ada 4x pemeriksaan sejak dari pintu masuk tadi. , karena merasa sudah waktunya sholat subuh waktu Indonesia Tengah , beloklah kami masuk ke mushola, sholat subuh 2 rakaat, setelah selesai sholat, baru nyadar, lho ini kan belum waktunya sholat subuh untuk waktu malaysia ( karena seharusnya malaysia ini ikut waktu Indonesia Barat, bukan Indonesia tengah) semoga Allah mengampuni dan tetap menerima amal ibadah kami.
Di pintu masuk ruang tunggu, sudah ngga boleh bawa air minum, payah nih air asia... mana nunggunya masih lama lagi.
Oh..ya fren, di KLIA2 ini ngga perlu bayar airport tax, karena sudah included di harga ticked. Jam 06 lewat dikit, kita sudah masuk pesawat, dan segera take off to Don Mueang Bangkok. Perjalanan dengan pesawat sekitar 2 jam 10 menit ( katanya kalo perjalanan dengan darat bisa ditempuh dengan 9 jam).jam 9 lewat , landing di Don Mueng, ada perbedaan waktu dengan KL, bangkok sama dengan waktu jakarta.
berbekal percaya diri, kita memutuskan pakai bus umum ke Mochit. So... langsung aja keluar pintu kedatangam, belok kiri sedikit dan ada bus ke stasiun Mo Chit dengan tarif 30 bath / orang. kurs waktu itu 400 an jadi kalo di rupiahkan sekitar Rp. 12.000.
Turun dari bus, jalan sedikit lurus aja, menuju sta Mo Chit, ini adalah Sta BTS ( Bangkok Train Sky) yg paling ujung untuk jalur shukumvit line). . ada rambu rambu yang cukup jelas kok. jadi kayanya ngga bakal nyasar deh. tiba di sta Mo Chit, mulailah berjibaku membeli ticked BTS ( akhirnya memutuskan beli ticked one way aja selama di bangkok . pertama tukar uang kertas bath dengan pecahan koin bath. pergi ke mesin ticked, lihat stasiun yg mau di tuju. Di peta tersebut tertera biaya BTS untuk stasiun yang mau di tuju, jadi setelah tau mau kemana, kita tinggal tekan nilai sesuai peta tsb dan, mulailah memasukkan koin kita. sesuai nilai tsb. Jika ngga punya pecahan pas, jangan khawatir, masukan aja pecahan besar, dan mesin akan mengembalikan kelebihannya kok..
kami pilih Stasiun promphong, karena mau nitip tas di hotel Nantra yang kebetulan di sekitar stasiun prom phong tsb. Biayanya 42 bath / orang.
setelah duduk manis di kereta, mirip kaya MRT di Singapore, ada seorang turis bule yang naga-naganya kebingungan, dan tidak yakin apakah ini benar train yang ke Stasiun Ekkamai ( kayanya ni bule mo ke pattaya,lewat sta ekkamai). dengan pede nya daku menjelaskan bahwa ini benar train yang ke ekkamai, dan nanti dia akan turun di 2 stasiun berikutnya, setelah kami turun. halahhh padahal baru 1 jam di bangkok sudah sok teu... ngasih rute ke turis pula.... hehehhe...
sampai di Stasiun Prom Phong, sempet rada bingung, arah hotel kemana ya? berbekal google maps akhirnya nemu juga. so... begini fren, turun di exit yg sejalur dengan kereta tsb ketika tiba ( sebelah kiri). trus jalan sekitar 100 meter lurus, belok kiri.. ketemu deh nantra hotel.
Boleh nitip tas walaupun belum bisa check in. memutuskan untuk Go to Chatucak Week end market, mumpung hari Sabtu...
(bersambung....)
Self check in karena sudah familiar dengan mesin check in. mudah , praktis, tinggal scan kode booking atau ngetik di layarnya ( touch screen). Punya banyak waktu untuk makan dulu sebelum ke Imigrasi dan masuk ruang tunggu. ada banyak pilihan resto, akhirnya kami putuskan makan di KFC yang dijamin halalnya. pesen 2 porsi bubur ayam dan 1 porsi breakfast menu . lumayan mahal...total menghabiskan sekitar RM 20.
Bandara ini besar... dan jauh banget untuk masuk ke ruang tunggu, total ada 4x pemeriksaan sejak dari pintu masuk tadi. , karena merasa sudah waktunya sholat subuh waktu Indonesia Tengah , beloklah kami masuk ke mushola, sholat subuh 2 rakaat, setelah selesai sholat, baru nyadar, lho ini kan belum waktunya sholat subuh untuk waktu malaysia ( karena seharusnya malaysia ini ikut waktu Indonesia Barat, bukan Indonesia tengah) semoga Allah mengampuni dan tetap menerima amal ibadah kami.
Di pintu masuk ruang tunggu, sudah ngga boleh bawa air minum, payah nih air asia... mana nunggunya masih lama lagi.
Oh..ya fren, di KLIA2 ini ngga perlu bayar airport tax, karena sudah included di harga ticked. Jam 06 lewat dikit, kita sudah masuk pesawat, dan segera take off to Don Mueang Bangkok. Perjalanan dengan pesawat sekitar 2 jam 10 menit ( katanya kalo perjalanan dengan darat bisa ditempuh dengan 9 jam).jam 9 lewat , landing di Don Mueng, ada perbedaan waktu dengan KL, bangkok sama dengan waktu jakarta.
berbekal percaya diri, kita memutuskan pakai bus umum ke Mochit. So... langsung aja keluar pintu kedatangam, belok kiri sedikit dan ada bus ke stasiun Mo Chit dengan tarif 30 bath / orang. kurs waktu itu 400 an jadi kalo di rupiahkan sekitar Rp. 12.000.
Turun dari bus, jalan sedikit lurus aja, menuju sta Mo Chit, ini adalah Sta BTS ( Bangkok Train Sky) yg paling ujung untuk jalur shukumvit line). . ada rambu rambu yang cukup jelas kok. jadi kayanya ngga bakal nyasar deh. tiba di sta Mo Chit, mulailah berjibaku membeli ticked BTS ( akhirnya memutuskan beli ticked one way aja selama di bangkok . pertama tukar uang kertas bath dengan pecahan koin bath. pergi ke mesin ticked, lihat stasiun yg mau di tuju. Di peta tersebut tertera biaya BTS untuk stasiun yang mau di tuju, jadi setelah tau mau kemana, kita tinggal tekan nilai sesuai peta tsb dan, mulailah memasukkan koin kita. sesuai nilai tsb. Jika ngga punya pecahan pas, jangan khawatir, masukan aja pecahan besar, dan mesin akan mengembalikan kelebihannya kok..
kami pilih Stasiun promphong, karena mau nitip tas di hotel Nantra yang kebetulan di sekitar stasiun prom phong tsb. Biayanya 42 bath / orang.
setelah duduk manis di kereta, mirip kaya MRT di Singapore, ada seorang turis bule yang naga-naganya kebingungan, dan tidak yakin apakah ini benar train yang ke Stasiun Ekkamai ( kayanya ni bule mo ke pattaya,lewat sta ekkamai). dengan pede nya daku menjelaskan bahwa ini benar train yang ke ekkamai, dan nanti dia akan turun di 2 stasiun berikutnya, setelah kami turun. halahhh padahal baru 1 jam di bangkok sudah sok teu... ngasih rute ke turis pula.... hehehhe...
sampai di Stasiun Prom Phong, sempet rada bingung, arah hotel kemana ya? berbekal google maps akhirnya nemu juga. so... begini fren, turun di exit yg sejalur dengan kereta tsb ketika tiba ( sebelah kiri). trus jalan sekitar 100 meter lurus, belok kiri.. ketemu deh nantra hotel.
Boleh nitip tas walaupun belum bisa check in. memutuskan untuk Go to Chatucak Week end market, mumpung hari Sabtu...
(bersambung....)
Traveling ke Bangkok dan Kuala Lumpur di hari pertama
Akhirnya..... ticked 6 bulan yang ada di laci, hari Jum'at 23 januari 2015 akan direalisasikan...
hari pertama ini rutenya : Samarinda - Balikpapan - Kuala Lumpur.
Buat seorang teman yang mau mengikuti jejak langkah ku... berikut "juknis" nya... hehehe
pesawat dari Balikpapan ke KL akan take off pukul 11.40 wita. maka kami berangkat dari Samarinda, sekitar pukul 07.00. perjalanan sekitar 2,5 jam .
Pukul 10.00 kurang dikit, kami sudah bisa check in di mesin check ini Air asia ( karena ngga bawa bagasi). Trus harus bayar airport tax Rp. 200.000,- karena belom included di ticked... mahal yach !!. bayarnya langsung di counter waktu check in.
masuk ke ruang tunggu, masih sunyi senyap, hanya ada 1 penumpang di depan kami yg masuk duluan... wah... apa iya ntar pesawatnya kosong begini ya??? Ternyata mendekati jam boarding, lumayan banyak penumpang yang berdatangan, plus serombongan peserta tour dari sebuah travel.
Pesawat Air Asia yang akan membawa kami ke KL, mendarat ( dari KL) pukul 11.05.
on time nampaknya.
11.30 kami sudah memasuki pesawat, tetapi baru take of nya nyaris 12.20... Entah apa penyebab keterlambatannya. perjalanan dari balikpapan ke KL membutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit.
Pukul 15.00 kurang dikit , kami mendarat dengan selamat di Bandara KLIA2 ( bukan di LCCT lagi)
jarak dari turun pesawat ( sudah pakai gardabrata) sampai dengan imigrasi dan pintu keluar lumayan jauh...
Selesai dari imigrasi, nongkronglah kami di Old Town Coffee menunggu jemputan dari Youniq hotel yang dijadwalkan pukul 16.00. Sambil nunggu sambil makan. Lum,ayan mahal, untuk seporsi Asam laksa, daku harus merogoh kocek sebesar RM 19.
langsung beli kartu paket data untuk internetan di bandara seharga RM 19. (penting sekali langsung ganti kartu biar ngga mahal tagihan kartu halo telkomselnya). lumayan RM 19 untuk seminggu unlimited.
Pukul 16.00 tepat, jemputan dari Youniq sudah datang, dengan membayar RM 5 / orang, kami diantar sampai hotel untuk transit, menunggu pesawat ke Bangkok keesokan harinya.
Di hotel, cuman buat mandi dan tidur, ngga sempet lagi cari makan, karena besok jam 3 pagi sudah harus go to bandara untuk naik pesawat ke Bangkok - Don Mueang pukul 06.00 pagi...
hotel transit Youniq Hotel di sekitar KLIA 2
batas horizon di langit malaysia dari balik jendela Air Asia
hari pertama ini rutenya : Samarinda - Balikpapan - Kuala Lumpur.
Buat seorang teman yang mau mengikuti jejak langkah ku... berikut "juknis" nya... hehehe
pesawat dari Balikpapan ke KL akan take off pukul 11.40 wita. maka kami berangkat dari Samarinda, sekitar pukul 07.00. perjalanan sekitar 2,5 jam .
Pukul 10.00 kurang dikit, kami sudah bisa check in di mesin check ini Air asia ( karena ngga bawa bagasi). Trus harus bayar airport tax Rp. 200.000,- karena belom included di ticked... mahal yach !!. bayarnya langsung di counter waktu check in.
masuk ke ruang tunggu, masih sunyi senyap, hanya ada 1 penumpang di depan kami yg masuk duluan... wah... apa iya ntar pesawatnya kosong begini ya??? Ternyata mendekati jam boarding, lumayan banyak penumpang yang berdatangan, plus serombongan peserta tour dari sebuah travel.
Pesawat Air Asia yang akan membawa kami ke KL, mendarat ( dari KL) pukul 11.05.
on time nampaknya.
11.30 kami sudah memasuki pesawat, tetapi baru take of nya nyaris 12.20... Entah apa penyebab keterlambatannya. perjalanan dari balikpapan ke KL membutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit.
Pukul 15.00 kurang dikit , kami mendarat dengan selamat di Bandara KLIA2 ( bukan di LCCT lagi)
jarak dari turun pesawat ( sudah pakai gardabrata) sampai dengan imigrasi dan pintu keluar lumayan jauh...
Selesai dari imigrasi, nongkronglah kami di Old Town Coffee menunggu jemputan dari Youniq hotel yang dijadwalkan pukul 16.00. Sambil nunggu sambil makan. Lum,ayan mahal, untuk seporsi Asam laksa, daku harus merogoh kocek sebesar RM 19.
langsung beli kartu paket data untuk internetan di bandara seharga RM 19. (penting sekali langsung ganti kartu biar ngga mahal tagihan kartu halo telkomselnya). lumayan RM 19 untuk seminggu unlimited.
Pukul 16.00 tepat, jemputan dari Youniq sudah datang, dengan membayar RM 5 / orang, kami diantar sampai hotel untuk transit, menunggu pesawat ke Bangkok keesokan harinya.
Di hotel, cuman buat mandi dan tidur, ngga sempet lagi cari makan, karena besok jam 3 pagi sudah harus go to bandara untuk naik pesawat ke Bangkok - Don Mueang pukul 06.00 pagi...
hotel transit Youniq Hotel di sekitar KLIA 2
batas horizon di langit malaysia dari balik jendela Air Asia
Kamis, 22 Januari 2015
Mengambil uang tunai di ATM luar negeri
Ketika menunaikan ibadah haji di tahun 2013 yang lalu, sebenarnya sudah diniatkan untuk tidak belanja macem macem selain oleh oleh standar dari tanah suci untuk keluarga, dan sahabat-sahabat.
Sehingga kami juga hanya sekedarnya berbekal mata uang rial dari tanah air. Lagian karena ikut rombongan haji plus, sebenarnya ngga ada pengeluaran 2 yang ekstra, karena semua akomodasi paling penting seperti makan 3 x sehari sudah ditanggung.
tetapi... ketika sampai di sana ,ustadz pembimbing ibadah dari travel nawarin untuk berkurban di tanah suci, karena kan moment ibadah haji ini boleh dibilang langka , maka kenapa ngga sekalian berqurban di sana... besarnya qurban 1500 rial untuk berdua. baru deh kepikiran perlunya pecahan rial.
tanya tanya pak ustadz, bisa ngga narik atm di mekkah, dicoba saja katanya. maka berbekal nekad pergilah ke ATM bank terdekat . Pertama tentu saja melihat apakah ATM tersebut memiliki logo master atau visa sesuai ATM Mandiri yang ku miliki. oke ternyata ada. mulailah memili bahasa, untungnya biasa pilih english, jadi waktu ada pilihan arabian or english, ya... langsunglah english. Seperti kebiasaan di Indonesia, kalo ke ATM pasti periksa saldo duluan, eitsss.. error, dicoba lagi error... sampai tiga kali. Udah deg-deg an aja nih... alamat ngga bisa ikut berqurban di tanah suci. pasrah . com deh...akhirnya coba langsung tarik 500 rial , ternyata bisa... Alhamdulillah.... 3 kali transaksi akhirnya cukuplah 1500 rial untuk berqurban. Dan hebatnya ada info kursnya yang kalo dibandingkan di money changer wah... masih lebih murah di ATM. memang ada biaya transaksi, tapi ngga seberapa besarnya sekitar 25 ribu an gitu.
sejak itu... karena merasa sudah familiar dengan ATM, niat beli oleh oleh ala kadarnya, jadi bergeser hehehe.... seingatku selama 30 hari di dua kota ( Mekkah dan Madinah, mungkin sekitar 4x ke ATM) untungnya selalu ada saldo hehehehe...
Suatu ketika saat sedang bertransaksi di ATM , bbrp orang ibu ibu ( jamaah haji dari tanah air juga) memperhatikan dan mendekati, ketika sudah selesai mengambil uang dari mesin ATM, seorang ibu dari rombongan tersebut bertanya, Mbak... mbak punya tabungan di bank arab ini ya? jawabku " oh... ngga bu.." Trus... kenapa bisa ambil uang di ATM ini ? setengah geli ( dalam hati) aku jawab sambil tunjukan kartu ATM mandiriku, saya punya tabungan di bank mandiri Bu, tapi bisa ambil di ATM ini karena memang ada jaringan VISA ini,
Jadi saya juga bisa ya mbak , ambil uang di ATM ini dengan Kartu Mandiri saya? Ya... bisa bu, jawab saya sambil tersenyum. Ohhhhh..... gitu ya mbak ,
permisi ibu-ibu...., iya makasih ya mbak kata mereka.
Kedua kali pengalaman di Singapore, ketika lagi jalan jalan di Mustofa center, sebuah keluarga indonesia ( bapak, ibu dan 2 anak remaja) kebingungan dan menegur kami ( kebetulan saya bersama astrico). Mbak... nanya ya.. di mana ada penukaran uang yang kursnya bagus ya ? tadi di sana kursnya jelek banget kata si Bapak.
Oh... bapak mau tukar dolar? Iya mbak, tapi kalo bisa yang kursnya bagus.
Gini aja Pak, saran saya, Bapak ke ATM di pojokan situ (depan mustofa centre ada ATM centre) nah ambil aja di sana, Insya allah kursnya lebih bagus. Trus,,, si Bapak sempet bengong ( padahal saya yakin ni orang kantoran dari penampilannya) Emang bisa mbak? saya kan ngga punya rek di bank sini ( singapore) maksudnya.
lagi lagi terlintas pengalaman di tanah suci, jadi langsung senyum .... Bapak punya ATM ? kata saya. punya mbak, katanya sambil nunjukin dompet ( percaya banget dia, karena sesama orang indonesia kali ya.. ) Nah pak, kata saya, ATM Bapak ini kan ada logo Masternya, trus ini yg satu ada VISA, ini bisa dipakai di ATM sini yang memiliki logo ini. Oh... gitu ya mbak... Iya pak,
makasih ya mbak...
Astrico nanya, emang dia ngga tau ya mi, kalo ATM nya bisa di pakai di luar negeri.... saya jawab, nah sekarang dia tau.... ;-))
Sehingga kami juga hanya sekedarnya berbekal mata uang rial dari tanah air. Lagian karena ikut rombongan haji plus, sebenarnya ngga ada pengeluaran 2 yang ekstra, karena semua akomodasi paling penting seperti makan 3 x sehari sudah ditanggung.
tetapi... ketika sampai di sana ,ustadz pembimbing ibadah dari travel nawarin untuk berkurban di tanah suci, karena kan moment ibadah haji ini boleh dibilang langka , maka kenapa ngga sekalian berqurban di sana... besarnya qurban 1500 rial untuk berdua. baru deh kepikiran perlunya pecahan rial.
tanya tanya pak ustadz, bisa ngga narik atm di mekkah, dicoba saja katanya. maka berbekal nekad pergilah ke ATM bank terdekat . Pertama tentu saja melihat apakah ATM tersebut memiliki logo master atau visa sesuai ATM Mandiri yang ku miliki. oke ternyata ada. mulailah memili bahasa, untungnya biasa pilih english, jadi waktu ada pilihan arabian or english, ya... langsunglah english. Seperti kebiasaan di Indonesia, kalo ke ATM pasti periksa saldo duluan, eitsss.. error, dicoba lagi error... sampai tiga kali. Udah deg-deg an aja nih... alamat ngga bisa ikut berqurban di tanah suci. pasrah . com deh...akhirnya coba langsung tarik 500 rial , ternyata bisa... Alhamdulillah.... 3 kali transaksi akhirnya cukuplah 1500 rial untuk berqurban. Dan hebatnya ada info kursnya yang kalo dibandingkan di money changer wah... masih lebih murah di ATM. memang ada biaya transaksi, tapi ngga seberapa besarnya sekitar 25 ribu an gitu.
sejak itu... karena merasa sudah familiar dengan ATM, niat beli oleh oleh ala kadarnya, jadi bergeser hehehe.... seingatku selama 30 hari di dua kota ( Mekkah dan Madinah, mungkin sekitar 4x ke ATM) untungnya selalu ada saldo hehehehe...
Suatu ketika saat sedang bertransaksi di ATM , bbrp orang ibu ibu ( jamaah haji dari tanah air juga) memperhatikan dan mendekati, ketika sudah selesai mengambil uang dari mesin ATM, seorang ibu dari rombongan tersebut bertanya, Mbak... mbak punya tabungan di bank arab ini ya? jawabku " oh... ngga bu.." Trus... kenapa bisa ambil uang di ATM ini ? setengah geli ( dalam hati) aku jawab sambil tunjukan kartu ATM mandiriku, saya punya tabungan di bank mandiri Bu, tapi bisa ambil di ATM ini karena memang ada jaringan VISA ini,
Jadi saya juga bisa ya mbak , ambil uang di ATM ini dengan Kartu Mandiri saya? Ya... bisa bu, jawab saya sambil tersenyum. Ohhhhh..... gitu ya mbak ,
permisi ibu-ibu...., iya makasih ya mbak kata mereka.
Kedua kali pengalaman di Singapore, ketika lagi jalan jalan di Mustofa center, sebuah keluarga indonesia ( bapak, ibu dan 2 anak remaja) kebingungan dan menegur kami ( kebetulan saya bersama astrico). Mbak... nanya ya.. di mana ada penukaran uang yang kursnya bagus ya ? tadi di sana kursnya jelek banget kata si Bapak.
Oh... bapak mau tukar dolar? Iya mbak, tapi kalo bisa yang kursnya bagus.
Gini aja Pak, saran saya, Bapak ke ATM di pojokan situ (depan mustofa centre ada ATM centre) nah ambil aja di sana, Insya allah kursnya lebih bagus. Trus,,, si Bapak sempet bengong ( padahal saya yakin ni orang kantoran dari penampilannya) Emang bisa mbak? saya kan ngga punya rek di bank sini ( singapore) maksudnya.
lagi lagi terlintas pengalaman di tanah suci, jadi langsung senyum .... Bapak punya ATM ? kata saya. punya mbak, katanya sambil nunjukin dompet ( percaya banget dia, karena sesama orang indonesia kali ya.. ) Nah pak, kata saya, ATM Bapak ini kan ada logo Masternya, trus ini yg satu ada VISA, ini bisa dipakai di ATM sini yang memiliki logo ini. Oh... gitu ya mbak... Iya pak,
makasih ya mbak...
Astrico nanya, emang dia ngga tau ya mi, kalo ATM nya bisa di pakai di luar negeri.... saya jawab, nah sekarang dia tau.... ;-))
Rabu, 21 Januari 2015
pra traveling
Besok, 23 Januari 2015, waktunya merealisasikan ticked yang sudah 6 bulan ada di laci. Semua sudah di siapkan , semoga tidak ada yang tertinggal, termasuk mendelegasikan pekerjaan kantor yang sebenarnya lumayan numpuk, ahhh gara gara molornya jadwal corp review dan kejar kejaran dengan deadline proses payroll... syukurlah semua bisa diselesaikan berkat kerja luarbiasa sahabat sahabat HRDS. you are the best team... !!!! two thumb for all...
Ticked ok, nukar bath n ringgit secukupnya.. .. juga ok ( ntar tinggal tarik ATM aja di sana); passpor baru.. masih licin, itenary detail sudah di buat, map bts n MRT Kota bangkok ok, nama nama tempat yang mo dikunjungi dalam bahasa thai ... check.
Untuk memenuhi janji dengan seorang rekan, perjalanan ini akan di dokumentasikan dalam bentuk tulisan detail, sebagai juknis, jika dia akan backpackeran juga ke sana... hehehe...katanya biar ngga nyasar.
oke... mulai besok ada tulisan bersambung ttg perjalanan ini.
Ticked ok, nukar bath n ringgit secukupnya.. .. juga ok ( ntar tinggal tarik ATM aja di sana); passpor baru.. masih licin, itenary detail sudah di buat, map bts n MRT Kota bangkok ok, nama nama tempat yang mo dikunjungi dalam bahasa thai ... check.
Untuk memenuhi janji dengan seorang rekan, perjalanan ini akan di dokumentasikan dalam bentuk tulisan detail, sebagai juknis, jika dia akan backpackeran juga ke sana... hehehe...katanya biar ngga nyasar.
oke... mulai besok ada tulisan bersambung ttg perjalanan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)