Senin, 25 Januari 2021

hasil tidak pernah berkhianat atas usaha

 kata kata yang diucapkan seorang sahabat  dan menjadi pengingat untuk selalu strive for excellent

------------------------------------

Di mana batas dunia? tidak ada.. karena dunia yang kita huni bernama bumi ini bundar, tidak ada batasnya, ketika kita berjalan mengelilinginya, Insya Allah kita akan kembali lagi ke titik awal memulainya. Sama dengan proses belajar.. di mana batas akhirnya ? tidak ada, kecuali Allah memanggil saat tiba masanya. 

Setelah satu semester di Program Doktor Ilmu Manajemen di UM ini, tidak berharap muluk untuk hasil akhir semester, kecuali kata lulus dari mata kuliah tersebut, dan  saat nilai akhir muncul, percayalah dengan kata kata di judul atas " hasil tidak pernah berkhianat atas usaha".

Perjalanan masih panjang... duri, kerikil, jurang dan tebing terjal masih menghadang di depan mata, tetapi lihatlah sebagai sebuah kesempatan petualangan yang memicu adrenalin, menaklukan ego individu untuk hasil bersama yang lebih baik. Nikmatilah petualangan ini, lengkap dengan pernak pernik kelas dan sahabat sahabat yang luar biasa.

Bukan masa berkompetisi saat ini, tetapi masa membangun sebuah kebutuhan untuk berbagi dan memberi manfaat bagi orang lain.


semoga Allah memberikan kekuatan, kesehatan, kesempatan untuk dapat menyelesaikan misi ini. 

Rabu, 23 Desember 2020

Belajar itu hobby

 Belajar formal lageeee....Entah memang senang belajar atau sebuah buku memotivasi, pada akhirnya aku memutuskan kuliah lagi

-------------------------------------

Hidup itu sendiri adalah sebuah perjalanan panjang, yang kita tidak pernah tau di mana batas akhirnya, kecuali kematian telah tiba, dan itupun menjadi sebuah rahasia besar. Kapan, di mana ? bagaimana? hanya Allah yang Maha mengetahui.

ketika seorang sahabat mengajak untuk mendaftar di Program doktoral, niatan untuk berkuliah kembali menyeruak ke permukaan... beberapa tahun lalu setelah menyelesaikan pasca sarjana memang pernah tertarik dan mencoba mencari tahu tentang program doktoral, tetapi saat itu batal mendaftar karena memikirkan biaya yang lumayan mahal, apalagi saat itu baru menyelesaikan program S2 . 

Bertahun tahun berlalu, sampai tawaran ini mampir di pesan singkat, persyaratannya ngga neko neko, cuman di minta melampirkan sebuah ide disertasi dalam bentuk proposal dan membayar 500 ribu untuk pendaftaran...nyaris  tak jadi mendaftar jika bukan karena ketibaan buku ini di rumah. Sebuah buku sekitar 600 halaman berjudul Metode penelitian kualitatif yang di kirim mas Tico atas permintaan uminya ketika satu dua hari awal semangat mendaftar.

Allah bekerja dengan cara cara luar biasa, sampai akhirnya mendaftar dann..... pada akhirnya di terima secara resmi menjadi mahasiswa program doktor ilmu manajemen di universitas negeri malang. kuliah dimulai bulan september 2020 dan akan diberi waktu selama 5 tahun. 2 semester dilakukan secara teori dan karena pandemi semua perkuliahan di lakukan secara on line... 

Masya Allah... nikmat mana lagi yang bisa kudustakan???

semoga Allah memberikan kekuatan, kesempatan dan kemampuan untuk menuntaskan apa yang telah dimulai...

Minggu, 12 April 2020

Aku dan Hanbok

Ketika di Jepang, tak sempat menyewa Kimono, gegara harganya muahal banget dan duit dipake sewa kamar buat anak anak :D

di Korea.... tercapai donk memakai Hanbok
cuman mau pamer doank ..
wkkkwkkk

bersama gadis gadis korea...
terimakasih sudah mau foto bareng yaaa

2020

2020
Memiliki trip ngebolang ke Hanoi dan Hongkong
Kita berencana Allah Maha Menentukan
Semoga Allah senantiasa sayang pada kita
----------------------

Senin, 30 Desember 2019

Seoul ...gegara Drakor ;-)

Trip kali ini, sumpah hanya karena pernah menonton penggalan Drama Korea "Winter Sonata" dan ingin melihat  Nami Island yang sesungguhnya
-------------------------------------------------

Pokok nya dari awal berniat  hanya akan ke Korea Selatan, jika dapat ticked mumer di bulan bulan Autum alis musim gugur. ahrus musim gugur karena ingin menyaksikan daun daun kuning merah yang berguguran dan membuat suasana menjadi eksotik,
karena tidak berhasil mengajak beberapa rekan ( pertanyaannya  berlawanan  banget dengan impianku ," ngapain sih harus musim gugur?")
Ahhhh... yang nanya pasti ngga pernah nonton Winter Sonata. pasti deh !!!
Pada akhirnya sang Suami yang menemani.

Berangkat di tanggal 17 Oktober sampai dengan 24 Oktober ternyata belum sepenuhnya menemukan Seoul yang menguning ;-(
saran buat yang cari Autum seperti saya, berangkatlah di pertengahan November.. Dan saat itu ticked tidak lagi promo   hehehehehe......

Seperti biasa dengan flight AA yang memberikan harga promo, tetapi harus mau mampir di KL dan rela mati gaya di pesawat (Wkkkkkk) sampai juga akhirnya di Bandara Incheon yang keren itu....
Btw... sebenarnya sayah ini mau cerita apa sih... kok mendadak ngga punya inspirasi ya?
besok lagi deh di terusin...

Selasa, 20 Agustus 2019

VENEZIA... yang nyaris tak bertanah




Ketika di sana...
Seorang sahabat bertanya melalu pesan singkat " lagi di mana?"
aku jawab " Venezia"
" ngapain ke sana " balas nya.." Honey moon yaaa..."
"Ngga... ngebolang bareng Astrico"
"Ohhhh.... " balas nya
--------------------

Trus aku bertanya tanya dalam hati ... jangan jangan dia bingung.. Venezia  itu di mana sih ? wkwkwkkkkkk....
---------------------------


Saat SD dulu pernah di minta memainkan salah satu alat music, karena mampu nya beli alat music tiup yang ekonomis maka aku punya dua suling. After it di minta oleh sang guru harus bisa minimal dua lagu yang dimainkan dengan alat music itu, Entah kenapa aku memilih salah satu lagunya adalah Santa Lucia yang kebetulan notasi nya ada di buku kumpulan lagu lagu .
Aku hanya membayangkan lagu ini dinyanyikan para kaun Non muslim saat sedang fall in love. Bertahun tahun kemudian ketika menonton film film yang bersetting di Italia, ternyata lagu ini sering dinyanyikan oleh para pembawa Gandola saat menyusuri sebuah kota  yang bernama VENEZIA..
Dan....
Pada akhirnya karena Allah berkenan, sampailah aku di Kota ini...VENEZIA....
Destinasi yang bahkan terpikirpun tidak  untuk kujelajahi.... 

Lhaaa terus ngapain ngebolang ke sini ?
lagi lagi Ini karena destinasi pilihan Astrico yang melihat keunikan untuk menjelajah kota ini.






Kota ini bener bener kota turis, kalo ngga percaya dateng sendiri dan buktikan sendiri.
Apalagi ketika kami datang di akhir musim panas.. wahhhh nyaris tak tersisa ruang untuk sunyi nyepi senyap...


Cukup banyak bangunan bersejarah di sini, yang tentunya nyaris 100 % khatolik Roma. Ya iyalah.... ini kan berada di wilayah Roma. ;-)

kami sempat nyambangi rumah Marcopolo seorang  pelaut yang masyurr di jaman nya, trus yang unik ada toko BATA di sini. 

 Sampai sekarang aku masih bertanya tanya, BATA itu merk asli ITALY  kah ?


Dan di bawah ini adalah sarana transportasi dari satu tempat ke tempat lain
Taxi di atas air. Beli pass untuk one day or more.
ngga ada ticked ketengan di sini hehehe.....


Pada akhirnya.. aku bertanya tanya  apakah dari dulu kota ini berada di atas air ? atau karena perubahan iklim sehingga sekarang terendam ?
sampai kapan kota bertahan? jangan jangan akan sepenuhnya terbenam saat global warming terus berjalan.
Cuman ALLAH yang punya skenario ... 
Paling ngga... aku sudah pernah menikmati keunikan kota ini saat semua nya masih bisa dinikmati...
termasuk pizza italiano nya.... ;-)

Jumat, 28 Juni 2019

Incredible India.... NEW DELHI (2)

hari kedua di Delhi,

penerbangan masih larut malam, jadi masih punya waktu  nyaris 18 jam dari pagi sampai malam untuk kembali menjelajahi Delhi.
-------------------
Pastikan Biaya TUk TUK  sebelum naik 
 
Dimulai dengan breakfast yang disediakan hotel ( tempat makannya harus jalan beberapa meter menuju hotel lain ;-( breakfast yang tidak nyaman dengan disertai tatapan  lebih tidak nyaman para pelayannya. Entah kenapa ... demikian? mungkin gaji mereka tidak sepadan atau melihat kami hanya memilih roti,   pisang dan tea, membuat mereka tersinggung yaaa?
maafkan... rasa karee kalian membuat diriku bad mood !!! ( kemarin sdh sempat mencicipi dan ngga cocok dilidah)

Ngelencer hari ini dimulai dengan menikmati  Botanical Garden terbesar di Delhi., trus... ke Delhi Gate dan ingin sekali sekali melihat Mall yang ada di Delhi.
berbekal ke PD an setelah 2 minggu menjelajah, kami menawar sebuah tuk tuk untuk diantar ke Botanical Garden. Oke Deal 100 rupee. naik lah kami berdua...
Di tengah jalan supir tuk tuk bilang, itu 100 ruppe untuk satu orang yaaa... bukan berdua !!!
Wahhh ini ngajak berantem nih !!. Dian udah emosi aja dan ngajak turun. tapi aku males pagi2 ribut sama supir tuk tuk, Akhirnya udah lah.. saya bayar 200 rupee dan antar sampe Garden,....

oke .. perjalanan berlanjut , ehhh lagi lagi si supir bilang itu Garden tutup kalo jam segini, Dengan emosi Aku n Dian bilang.. " bodo amattttt.... mau tutup kek , kami cuman mau foto di gerbangnya doank."
karena kami sdh dapat info ada beberapa supir yang mau ngarahin kami ke tempat2 lain dan minta bayaran lebih alias ini tipu2 untuk para turis.
Tiba di  Botanical Garden, suasana pagi  yang sejuk dengan matahari cerah dan pintu Garden terbuka lebar. si supir cuek aja, ngga merasa malu juga udah bilang  berkali kali kalo Garden tutup.
Ihhhhh..... jangan tertipu di Delhi. Cukup deh tertipu dengan biaya tuk tuk yang jadi double


 BOTANICAL GARDEN in DELHI



 Ada Candi kuno di garden ini

------------------------------

Ternyata Biaya TUK TUK lokal hanya 1/5 dari yang biasa kami bayar

Mak jleb !!! Kurang Asem.....!!!!

Ini kami tau setelah dari India Gate kami ngga sadar nyasar ke daerah perdagangan  rencana mau beli souvenir2 eh.. jadi beli manisan manisan India yang seperti sering di lihat di film film Bolywood itu.
ketemu warga lokal yang membantu kami mencari tuk tuk dan ternyata untuk berdua hanya 20 rupee.
alamak. padahal biasanya kami membayar 100 ruppe. bahkan tadi pagi 200 ruppe.

Sungguh Incredible India.
INDIAN GATE


  TOKO JUAL MANISAN....


-----------------------------

jangan Tanya Mall sama orang Lokal. bakal Bingung  sendiri !!!

After kelayapan dan nyasar nyasar sedikit di Delhi, ( Ngga seru kalo ngga nyasar.... hehehe... banyak alasan !!!) kami rencana mo check out dari hotel dan nitip barang dan tas  sebelum ntar malem kami go to Bandara.

Abis itu rencana ke mall nya Delhi.
 Tanya sama orang hotel pada bengong, ngga negrti bahasa inggris atau ngga tau mall itu apa. akhirnya ada satu resepsionis yang rada rada paham dan menyarankan untuk ke sebuah "Mall" dan bahkan dia juga memanggilkan tuk tuk untuk mengantar kami ke sana.

Asli.... mall nya sepiiiiiiii.......................... sampe kita ngga yakin , ini beneran mall kah ???
kami keliling keliling, ketemu food court , lumayan ada beberapa orang yang lagi makan, kebanyakan pasangan muda atau anak muda ( pasti orang2 dgn level ekonomi di atas rata rata yang masuk dan makan di sini). mampirlah kami untuk makan. harganya normally untuk makanan yang kami pesan.

Trus kami mampir ke supermarketnya, ngga banyak orang, yang asyik nih... aku bisa pilih pilih berbagai teh India... wow... nyesel aku ngga beli lebih banyak. cuman beli beberapa kotak . termasuk masala tea. yang aku sungguh suka....
 stop plastik sudah diberlakukan sejak lama, jadi aku membeli tas dari goni, sekalian bisa jadi souvenier, beli beberapa cookies dari kacang  badam .. enak sungguh.

-------------- pada akhirnya aku merenung sendiri,
Mall di delhi bukan hal yang umum seperti layaknya di kota kota di Indonesia.
mall di Delhi hanya milik para masyarakat kelas menengah atas yang memiliki kemampuan untuk sekedar nongkrong.
Dengan 18 juta penduduk Delhi, kehidupan itu menjadi sungguh keras, kompetisi terjadi dan untuk kepedulian dan saling tolong pun nyaris tidak tercium aromanya. semua sibuk berjuang untuk hidup...

Sungguh .... sepanjang perjalanan ke Bandara aku bersyukur hidup di Indonesia

bye bye Delhi, I am not sure to visit again in here...
but I will always remembered with our trip in this country....
The Trip make me have new paradigma about our live...
Thanks Allah to giving me time and other of the Trip.