Wonderful Indonesia....
Amazing Thailand
Trully of Asia (tag nya Malaysia)
Itu sebagian tag wisata dari beberapa negara di Asia tenggara
Dan India tidak kalah keren.... INCREDIBLE INDIA
saya langsung ingat HULK si manusia hijau ketika membaca Tag itu di Bandara Indira Gandhi
-----------------------------------------------------------------------------------
Kata adik ku , katanya ngga mau ke India, kotor jorok berisik, lhoo sekarang kok malah punya ticked ke sana ?
Nah !!! sulit dijelaskan bahwa segala penilaian buruk itu harus dibuktikan dengan pengalaman pribadi, sehingga tidak hanya sekedar copy paste apa yang di katakan orang . Dan itu yang kulakukan di akhir maret sampai April 2019. 13 hari di India
Ini lah INCREDIBLE INDIA
Welcome India.... bismillah....
-----------------------------
Setelah mendarat dari Khasmir dengan suhu minus, maka bertualang ke Daratan India sungguh bagai bumi dan langit. suhu yang langsung terasa sangat panas dan kegaduhan di sekeliling kota langsung menghapus kedamaian di pegunungan Himalaya.
Perjalanan pertama adalah mengunjungi Agra dengan kereta siang, dan berharap tidak terlambat sehingga menjelang malam sudah tiba di Agra.
Alhamdulillah kereta tepat waktu. Inilah kali pertama menikmati kereta India, yang terlihat mengerikan jika menonton film film India. Syukur kami memilih AC Third, di satu kabin di isi dengan 6 tempat tidur bertingkat dan di seberang lorong ada 2 lagi tempat tidur .
Perjalanan ke Agra yang berjarak sekitar 172 Km dari New Delhi di tempuh sekitar 3,5 jam. Ekspektasi yang di set under menjadi menyenangkan ketika kereta tiba sebelum pukul 6 sore di Agra.
Kami bahkan mendapat snack di atas kereta sebagai bagian dari pelayanan IRCTT. lumayan lah...
---------------------
Keluar dari stasiun kereta , memutuskan untuk menggunakan taxi mendatangi hostel yang direkomendasikan duo malaysie sewaktu di Kashmir. Hostel nya sangat dekat dari Taj Mahal, tetapi lokasinya rada rada kumuh menurutku. harganya sekitar Ro. 300 ribu. untuk berdua. lumayan lah bisa menikmati air panas dan toilet bersih.
Malamnya kami keluar menikmati pemandangan dan suasana malam di Agra sekaligus Dian mencari rok yang cocok dipakai ke Tajmahal besok.
---------------------
Alhamdulillah... memang kalo sudah rejeki ngga akan kemana ya.., dini hari kami bergegas ke Taj Mahal dan ... taraaaaa.... ternyata hari ini gratis masuk bagi semua yang berkunjung ke Taj mahal. karena ada peringatan apa gitu... Wow... padahal kalo harus bayar lumayan juga yach sekitar 250 ribu gitu per orang.
Sangat berbeda dengan di Kashmir yang tidak ada turis bule (mungkin bule bule juga sudah bosan ngeliat salju yaaa) di Taj Mahl sini banyak banget turis bule, jadi inget waktu ke Bangkok, dimana mana terlihat turis asing.
Dini hari sekitar jam 5.30 , antrian sudah lumayan panjang di pintu masuk barat, semua ingin menikmati sunrise di Taj Mahal nampaknya.. Pukul 06.00 baru di buka pintu masuk dan pemeriksaan lumayan ketat juga. Untung tas ransel dan kamera boleh dibawa masuk. Cukup banyak juga turis yang dengan heboh memakai saree India, pastilah untuk mix & match dengan suasana Taj mahal, biar kalo di foto keceh gituuu.
-------------------------
Area Taj Mahal cukup luas, dan untuk masuk ke dalam bangunan Taj Mahalnya pake ngantri yang luar biasa padat. tengok tengok.. ternyata di dalam bangunan super duper megah itu hanya ada makam seorang Mun Taj. Istri tercinta yang untuknya dibangun lah istana megah ini. Kebanyakan visitor sih foto foto di sekitar Taj mahal dengan latar bangunan iconik ini... 1 dari 7 keajaiban dunia... wow....
Sudah berapa yang kau kunjungi ?
---------------------------
Seorang anak muda India menawari kami untuk berfoto ria dan menunjukkan kepada kami beberapa spot yang cantik jika di foto. okelah... dari pada selfi ... lumayan dengan 100 rupee dapat spot spot cantik ini.
-------------------
Senin, 13 Mei 2019
Kashmir - SRINAGAR
Nampaknya Pemerintah Kashmir harus membayarku dengan promosi ttg Kashmir seperti ini :
" Jika ingin mendapatkan 4 musim dalam satu waktu datanglah ke Kashmir di Akhir Maret atau awal April"
Maka akan kau dapati
Salju lebih indah dari Swizerland
Sakura yang lembut layaknya di Jepang
keliling Danau seperti di Venezia
dan... Tulip Garden Netherland
dengan biaya yang sangat bersahabat.
--------------------------------------
Tengoklah Srinagar yang cantik ini
Ada banyak taman yang bisa dikunjungi, dengan pemandangan indah di kaki himalaya, ada taman sakura di badanwari, view dari ketinggian di pari mahal, tulip ( mekar di akhir april di Indira Gandhi garden) Keliling danau Dal dengan sampan sambil menyantap "Sate" yang yummy....
bahkan duduk duduk saja di teras house boat sudah sangat nikmat kok.
" Jika ingin mendapatkan 4 musim dalam satu waktu datanglah ke Kashmir di Akhir Maret atau awal April"
Maka akan kau dapati
Salju lebih indah dari Swizerland
Sakura yang lembut layaknya di Jepang
keliling Danau seperti di Venezia
dan... Tulip Garden Netherland
dengan biaya yang sangat bersahabat.
--------------------------------------
Tengoklah Srinagar yang cantik ini
Ada banyak taman yang bisa dikunjungi, dengan pemandangan indah di kaki himalaya, ada taman sakura di badanwari, view dari ketinggian di pari mahal, tulip ( mekar di akhir april di Indira Gandhi garden) Keliling danau Dal dengan sampan sambil menyantap "Sate" yang yummy....
bahkan duduk duduk saja di teras house boat sudah sangat nikmat kok.
Kashmir.. Himalaya DAL LAKE
Kalau orang orang berucap ttg Kashmir " ini adalah sepotong surga yang jatuh ke bumi"
Aku tidak mau berdebat tentang itu.
------------------------------------
13 hari yang direncanakan untuk eksplore Kashmir dan Himalaya serta daratan India, menurutku cukuplah untuk bisa merasakan dan menghirup udara kehidupannya. Segala nya bermula dari iseng ngulik ticked di Desember tahun kemarin , karena ada seorang sahabat yang pengen banget backpackeran ke India. Dapat ticket 3 juta PP sungguh sebuah anugerah buat kami dan tanpa panjang lebar mikir ini dan itu, langsung issued langsung bayar. dan saat itu pula punyalah ticked Jakarta - New Delhi. Berangkat di 28 Maret 2019 dan pulang di 9 April 2019.
Ini perjalanan pertama dengan seorang teman, biasanya ngebolang dengan suami atau anak.
Bismillah....
-----------------------
Saat mendarat di New Delhi , sudah pukul 10 malam hari dan flight ke Kashmir masih esok paginya. Jadilah kami ngemper di bandara Delhi, untung bandaranya lumayan bersih. walaupun kami sempat melungker di lantai dengan suhu 18 derajat. tetap lah... dinikmati. sempat menikmati masala tea seharga 12 ribu. ( mahal banget menurutku) tapi ini kan harga bandara buuuu.
Flight ke Kashmir dengan AA berangkat on time pukul 08.30 dan di jadwalkan mendarat pukul 10.00 ( hanya sekitar 1 jam 20 menit ). Kami sudah janji akan dijemput oleh Sani atau seorang temennya ( Sani itu guide lokal yang janji mo carikan penginapan dan transport untuk menjelajah Kashmir)
Keluar bandara, celingak celinguk belom ada yang jemput, akhirnya Dian memberanikan diri minta seseorang di luar bandara untuk telp ke Sani. Oke...30 menit kemudian di tengah udara yang 10 derajat kami dijemput oleh seseorang.
Langsung diantar ke Guest house di Atas Dal lake ( kami menginap di House Boat) dan janji jam 1 siang akan around the city. Udara luar biasa dingin....wrrrrr............. dengan matahari yang bersinar cerah
Welcome KASHMIR........
House boat nya cukup oke untuk harga yang 130 ribuan semalam sudah termasuk makan malam.
kami akan disini selama 5 hari... enjoying
-------------------------------------
Pemandangan dari teras house boat ini sungguh menenangkan, melihat air danau yang tenang, house boat lain di sekitar, yang paling menakjubkan adalah sepanjang mata memandang area ini dikelilingi pegunungan Himalaya yang memanjang keputihan di kejauhan. Sungguh paduan pemandangan yang tidak bosan untuk di nikmati.
hanya sayangnya, ketika menikmati pemandangan indah itu di teras house boat, ada saja sampan kecil yang mampir untuk menawarkan ini dan itu, mulai perhiasan, bunga segar di awal musim semi , shaffron , berbagai kain, berbagai souvenir dan jasa foto keliling dengan gaya gadis gadis khasmir di atas sampan.
Ohhh kadang terbit kesal juga, namun itulah kehidupan di sini, di atas Dal lake yang ketenangannya memukau sekaligus menghipnotis terutama jika terhipnotis membeli barang 2 yang tidak perlu itu.. hehehe
------------------------
House boat yang kutempati sungguh privasi, hanya memiliki 2 kamar dan hanya kami berdua yang ada di sini. Uncle Yusuf adalah pengurus house boat yang menyiapkan sarapan dan makan malam.
House boat yang manis dan menyenangkan, terlebih harganya sangat sangat bersahabat. thanks buat Sani untuk kebaikannya memberi kami 5 hari yang berkesan.
Selasa, 04 Desember 2018
Tidak ada Portal di Germany
Ini fenomena menarik buat ku, di semua stasiun, halte dll, ngga ada yang namanya penghalang untuk masuk atau naik Train,bus, Tram.
kalo mau naik bus ya naik aja... mau naik train ya.. tinggal naik... aneh menurut ku
ngga percaya ?... dateng aja sendiri !!!
--------------------
Berlin dan Cologne menjadi dua destinasi yang wajib dikunjungi selama di Germany. yang satu (Berlin) karena ingin melihat tembok Berlin yang sudah jadi monumen dan banyak sejarah tentang Hitler yang bisa dipelajari. sementara Cologne , asli tujuannya mau melihat langsung masjid besar Cologne yang nge - hits di internet beberapa tahun lalu.
Tetapi aku tidak ingin menulis tentang tembok Berlin yang sudah hilang atau sejarah Hitler yang sekarang bisa dikunjungi di museum Terors di Berlin sana.
Justru yang menarik adalah "TIDAK ADA PORTAL " di 2 kota itu, dan aku yakin sekali di kota kota Negara Germany yang lain juga ngga ada.
Biasanya nih jika kita mau menaiki Kereta atau Bus setelah membeli ticked, pasti akan diminta melewati pintu masuk atau portal untuk scan ticked, yang menyatakan bahwa kita memang berhak naik moda transportasi tersebut. atau kalo kita naik bus di pinggir jalan, kita akan diminta scan ticked ( baik daily ticked atau one way atau ticked berlangganan) di pintu masuk bus, sebelum kita duduk manis atau berdiri dalam bus.
Di berbagai negara maju semua berjalan seperti itu. tetapi Tidak demikian dengan di Germany. Ketika kita mau bepergian dengan moda sub way atau tram, maka kita menuju stasiun, masuk stasiun dengan melenggang, beli ticked kemudian mencari platform sesuai jalur tram/ sub way. trus menunggu di jalur yang sudha disediakan, jika kereta datang, maka silahkan naik dan keseluruh proses itu dilalui tanpa harus melewati mesin scan , portal, dan sebagainya.
Aneh..., luar biasa dan amazing, seolah semua warga memang diberikan fasilitas gratis untuk semua moda transportasi dalam kota termasuk turis. Seolah semua tidak berbayar, tidak ada pemeriksaaan.
tetapi uniknya kami tetap beli ticked dan warga yang mau memakai transportasi itu ku lihat beberapa orang juga membeli ticked.
kata Astrico, kelihatannya memang tidak ada pemeriksaaan, tetapi jika ada pemeriksaan secara random, maka bagi yang kedapatan ngga punya ticked akan di denda 100 euro. tapi kapan random check nya? beberapa hari di Berlin dan Cologne ngga pernah lihat pemeriksaaan tuh.
Nampaknya kesadaran untuk membeli ticked sedemikian tinggi, walaupun mereka tau ngga punya ticked juga baik baik aja, sepanjang ngga lagi apes. ;-)
kenapa ya sistem seperti itu diterapkan ?
Analisa iseng ku sih bilang ini gegara sejarah horor di negeri mereka, dari jaman Hitler dengan holocoust nya yang membatasii gerak gerik kaum yahudi dan pemecahan Germany atas barat dan Timur. ( dengan berdiri nya tembok di tengah kota), di Mana pada masa itu, setiap tempat memasang portal , post pemeriksaan dan sebagai nya untuk mencegah kaburnya warga atau untuk menahan mereka yang ingin berontak.
Sehingga 2 sejarah kelam ini menjadikan mereka phobia kemungkinan besar trauma dengan portal dan segala bentuk tempat tempat pemeriksaaan. Karena portal dan tempat pemeriksaan di benak mereka identik dengan belenggu dan penjara bagi kebebasan.
Mungkin kah karena trauma sejarah ini???
Ada sih mesin ticked kecil di setiap halte, yang bisa membaca ticked kita, tetapi aku perhatikan warga lokal ngga pernah tuh scanning ticked mereka. Ada juga yang cuman memperlihatkan potongan ticked ke Kondektur Bus saat mereka mau naik Bus. tapi apa iya si kondektur tau itu ticked valid atau ngga ?
yeaaa... Germany memang unik.
Tapi kalo ke sana jangan coba2 ngga punya ticked yaaa. walau aku jamin tetap bisa naik segala moda transportasi dalam kota.
kecuali sedia uang 100 euro, jaga jaga kalo lagi apessss kena random check.
hehehehe..
kalo di Indonesia gimana ya????
Ngga bisa bayangkan deh !!!
kalo mau naik bus ya naik aja... mau naik train ya.. tinggal naik... aneh menurut ku
ngga percaya ?... dateng aja sendiri !!!
--------------------
Berlin dan Cologne menjadi dua destinasi yang wajib dikunjungi selama di Germany. yang satu (Berlin) karena ingin melihat tembok Berlin yang sudah jadi monumen dan banyak sejarah tentang Hitler yang bisa dipelajari. sementara Cologne , asli tujuannya mau melihat langsung masjid besar Cologne yang nge - hits di internet beberapa tahun lalu.
Tetapi aku tidak ingin menulis tentang tembok Berlin yang sudah hilang atau sejarah Hitler yang sekarang bisa dikunjungi di museum Terors di Berlin sana.
Justru yang menarik adalah "TIDAK ADA PORTAL " di 2 kota itu, dan aku yakin sekali di kota kota Negara Germany yang lain juga ngga ada.
Biasanya nih jika kita mau menaiki Kereta atau Bus setelah membeli ticked, pasti akan diminta melewati pintu masuk atau portal untuk scan ticked, yang menyatakan bahwa kita memang berhak naik moda transportasi tersebut. atau kalo kita naik bus di pinggir jalan, kita akan diminta scan ticked ( baik daily ticked atau one way atau ticked berlangganan) di pintu masuk bus, sebelum kita duduk manis atau berdiri dalam bus.
Di berbagai negara maju semua berjalan seperti itu. tetapi Tidak demikian dengan di Germany. Ketika kita mau bepergian dengan moda sub way atau tram, maka kita menuju stasiun, masuk stasiun dengan melenggang, beli ticked kemudian mencari platform sesuai jalur tram/ sub way. trus menunggu di jalur yang sudha disediakan, jika kereta datang, maka silahkan naik dan keseluruh proses itu dilalui tanpa harus melewati mesin scan , portal, dan sebagainya.
Aneh..., luar biasa dan amazing, seolah semua warga memang diberikan fasilitas gratis untuk semua moda transportasi dalam kota termasuk turis. Seolah semua tidak berbayar, tidak ada pemeriksaaan.
tetapi uniknya kami tetap beli ticked dan warga yang mau memakai transportasi itu ku lihat beberapa orang juga membeli ticked.
kata Astrico, kelihatannya memang tidak ada pemeriksaaan, tetapi jika ada pemeriksaan secara random, maka bagi yang kedapatan ngga punya ticked akan di denda 100 euro. tapi kapan random check nya? beberapa hari di Berlin dan Cologne ngga pernah lihat pemeriksaaan tuh.
Nampaknya kesadaran untuk membeli ticked sedemikian tinggi, walaupun mereka tau ngga punya ticked juga baik baik aja, sepanjang ngga lagi apes. ;-)
kenapa ya sistem seperti itu diterapkan ?
Analisa iseng ku sih bilang ini gegara sejarah horor di negeri mereka, dari jaman Hitler dengan holocoust nya yang membatasii gerak gerik kaum yahudi dan pemecahan Germany atas barat dan Timur. ( dengan berdiri nya tembok di tengah kota), di Mana pada masa itu, setiap tempat memasang portal , post pemeriksaan dan sebagai nya untuk mencegah kaburnya warga atau untuk menahan mereka yang ingin berontak.
Sehingga 2 sejarah kelam ini menjadikan mereka phobia kemungkinan besar trauma dengan portal dan segala bentuk tempat tempat pemeriksaaan. Karena portal dan tempat pemeriksaan di benak mereka identik dengan belenggu dan penjara bagi kebebasan.
Mungkin kah karena trauma sejarah ini???
Ada sih mesin ticked kecil di setiap halte, yang bisa membaca ticked kita, tetapi aku perhatikan warga lokal ngga pernah tuh scanning ticked mereka. Ada juga yang cuman memperlihatkan potongan ticked ke Kondektur Bus saat mereka mau naik Bus. tapi apa iya si kondektur tau itu ticked valid atau ngga ?
yeaaa... Germany memang unik.
Tapi kalo ke sana jangan coba2 ngga punya ticked yaaa. walau aku jamin tetap bisa naik segala moda transportasi dalam kota.
kecuali sedia uang 100 euro, jaga jaga kalo lagi apessss kena random check.
hehehehe..
kalo di Indonesia gimana ya????
Ngga bisa bayangkan deh !!!
Kamis, 15 November 2018
Masjid masjid di beberapa kota di Eropa ( Rome & Paris 3)
Sempat agak pesimis ketika memasuki Rome Italy, apakah ada masjid di sini? bukankah ini pusatnya khatolik? karena Vatican City ada di sini?
Tetapi tidak menyurutkan semangat kami untuk mencari masjid di kota katolik ini.
------------------------
Finally, akhirnya melalui arahan google map, kami berhasil mengunjungi dan sholat di masjid besar Rome city. agak jauh dari kota, tetapi memuaskan penasaran kami akan Islam di Rome.
Masjid ini dibangun tahun 1995 oleh konsorsium beberapa negara Islam ( 23 negara) kata petugas yang menjaga area ini, saat menyambut kedatangan kami. tanya punya tanya petugas ini ternyata orang Pakistan, dan beberapa petugas kebersihan orang Malaysia.
Negara anda juga ikut menyumbang lho katanya. ( ya iyalah secara data, Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia) malu banget diriku kalo ngga ada sumbangsih nya buat pembangunan masjid ini.
ini ruang sholat kecil, terlihat gaya Turki begitu dominan di ruang ini.
Ruang masjid utama nya saat kami datang dibuka khusus bagi kami, biasanya hanya dibuka untuk sholat Jum'at dan perayaan hari besar.
Sholat sholat wajib 5 waktu dilakukan secara berjamaah di ruang sholat yang lebih kecil.
---------------------
Masjid di Paris
Masjid ini terletak di tengah kota Paris deket banget dengan Jardine garden.
bangunan lama sebenarnya, dengan taman di tengah masjid yang tertata dan terawat sangat cantik
kalo turis non muslim yang ingin berkunjung di pungut bayaran sekitar 2 -3 euro, tetapi kalo sesama muslim ya free, masa orang mau sholat harus bayar.... ;-)
masjid ini terawat sangat apik, dibelakangnya ada cafetaria yang tentunya menyajikan makanan halal.
Sempet sholat duha di sini, dan terlihat beberapa turis non muslim berkunjung. foto foto..
diantara bangunan2 klasik seantero paris, secuil tempat bernuansa islami benar benar memberi kesegaran yang tiada tara.
semoga Allah tetap menjaga kami untuk bisa mentadaburi masjid2 lain di muka bumi ini.
aamiin
Tetapi tidak menyurutkan semangat kami untuk mencari masjid di kota katolik ini.
------------------------
Finally, akhirnya melalui arahan google map, kami berhasil mengunjungi dan sholat di masjid besar Rome city. agak jauh dari kota, tetapi memuaskan penasaran kami akan Islam di Rome.
Masjid ini dibangun tahun 1995 oleh konsorsium beberapa negara Islam ( 23 negara) kata petugas yang menjaga area ini, saat menyambut kedatangan kami. tanya punya tanya petugas ini ternyata orang Pakistan, dan beberapa petugas kebersihan orang Malaysia.
Negara anda juga ikut menyumbang lho katanya. ( ya iyalah secara data, Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar di dunia) malu banget diriku kalo ngga ada sumbangsih nya buat pembangunan masjid ini.
ini ruang sholat kecil, terlihat gaya Turki begitu dominan di ruang ini.
Ruang masjid utama nya saat kami datang dibuka khusus bagi kami, biasanya hanya dibuka untuk sholat Jum'at dan perayaan hari besar.
Sholat sholat wajib 5 waktu dilakukan secara berjamaah di ruang sholat yang lebih kecil.
---------------------
Masjid di Paris
Masjid ini terletak di tengah kota Paris deket banget dengan Jardine garden.
bangunan lama sebenarnya, dengan taman di tengah masjid yang tertata dan terawat sangat cantik
kalo turis non muslim yang ingin berkunjung di pungut bayaran sekitar 2 -3 euro, tetapi kalo sesama muslim ya free, masa orang mau sholat harus bayar.... ;-)
masjid ini terawat sangat apik, dibelakangnya ada cafetaria yang tentunya menyajikan makanan halal.
Sempet sholat duha di sini, dan terlihat beberapa turis non muslim berkunjung. foto foto..
diantara bangunan2 klasik seantero paris, secuil tempat bernuansa islami benar benar memberi kesegaran yang tiada tara.
semoga Allah tetap menjaga kami untuk bisa mentadaburi masjid2 lain di muka bumi ini.
aamiin
Masjid masjid di beberapa Kota di Eropa ( Cologne & Zurich 2)
Satu satunya masjid megah di Germany yang sudah pernah aku lihat melalui internet adalah masjid besar di Cologne. Dan untuk itulah aku bela- belain ke Cologne, bukan untuk beli eu de cologne, tetapi untuk sholat di masjidnya

Bentuk Masjid ini futuristik banget, dan lagi lagi nih di bangun oleh komunitas Turki dengan dukungan full pemerintah Turkiye ( ketika aku kembali ke Indonesia tanggal 26 Sept 2018, kalo ngga salah tanggal 28 Sept , masjid ini di resmikan oleh Presiden Turki Erdogan.)
Waktu kami ke sana, sedang ada keluarga Turki yang ber duka, dan after sholat djuhur menyolatkan jenazah di luar masjid. ya... ternyata mereka menyolatkan jenazah tidak di dalam masjid, tetapi di pelataran masjid yang memang bersih juga.
Sekeliling masjid , samping kanan ada bangunan ekonomi, ada bank Islam, ada cafetaria halal ( kami sempat makan siang di sini) ada toko hijab, souvenir. ada sekolah juga nampaknya masjid ini dibangun bukan semata mata untuk kebutuhan ibadah vertical ke Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi pusat sosial, pendidikan dan ekonomi, masyarakat Turki yang berdiam di Cologne.
masjid ini masih terletak di dalam kota Cologne dan mudah dijangkau dengan Sub way.
you must visit the masjid fren kalo lagi di Cologne.
--------------------------
Di Zurich Swizerland,
Tidak mudah mencari masjid di sini, dan nyatanya memang tidak ada, setelah googling ke sana kemari, kami mendapatkan tempat yang bernama Masjid MADNI, Swiss Muslim Society. masjid ini terletak di bangunan apartemen lantai bawah, cukup luas, sekitar 10 meter x 10 meter, sebelah nya ada ruang untuk pengurus masjid.
Yang luar biasa, ketika kami datang dan mereka tau kami dari Indonesia, langsung mereka menawarkan makan dan minum. padahal kami hanya ingin ikut sholat dan istirahat sejenak. tetapi after sholat kami malah ngobrol panjang lebar dan menikmati teh susu Pakistan. ternyata masjid ini dikelola oleh komunitas muslim Pakistan yang ada di Swiss.
kapan yaaa menemukan masjid di luar sana yang di bangun dan dikelola oleh komunitas muslim Indonesia? semoga Allah memperjalankan.
Bentuk Masjid ini futuristik banget, dan lagi lagi nih di bangun oleh komunitas Turki dengan dukungan full pemerintah Turkiye ( ketika aku kembali ke Indonesia tanggal 26 Sept 2018, kalo ngga salah tanggal 28 Sept , masjid ini di resmikan oleh Presiden Turki Erdogan.)
Waktu kami ke sana, sedang ada keluarga Turki yang ber duka, dan after sholat djuhur menyolatkan jenazah di luar masjid. ya... ternyata mereka menyolatkan jenazah tidak di dalam masjid, tetapi di pelataran masjid yang memang bersih juga.
Sekeliling masjid , samping kanan ada bangunan ekonomi, ada bank Islam, ada cafetaria halal ( kami sempat makan siang di sini) ada toko hijab, souvenir. ada sekolah juga nampaknya masjid ini dibangun bukan semata mata untuk kebutuhan ibadah vertical ke Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi pusat sosial, pendidikan dan ekonomi, masyarakat Turki yang berdiam di Cologne.
masjid ini masih terletak di dalam kota Cologne dan mudah dijangkau dengan Sub way.
you must visit the masjid fren kalo lagi di Cologne.
--------------------------
Di Zurich Swizerland,
Tidak mudah mencari masjid di sini, dan nyatanya memang tidak ada, setelah googling ke sana kemari, kami mendapatkan tempat yang bernama Masjid MADNI, Swiss Muslim Society. masjid ini terletak di bangunan apartemen lantai bawah, cukup luas, sekitar 10 meter x 10 meter, sebelah nya ada ruang untuk pengurus masjid.
Yang luar biasa, ketika kami datang dan mereka tau kami dari Indonesia, langsung mereka menawarkan makan dan minum. padahal kami hanya ingin ikut sholat dan istirahat sejenak. tetapi after sholat kami malah ngobrol panjang lebar dan menikmati teh susu Pakistan. ternyata masjid ini dikelola oleh komunitas muslim Pakistan yang ada di Swiss.
kapan yaaa menemukan masjid di luar sana yang di bangun dan dikelola oleh komunitas muslim Indonesia? semoga Allah memperjalankan.
Rabu, 14 November 2018
Masjid Masjid di berapa kota di Eropa ( Amsterdam 1)
Setiap ngetrip, selalu ada agenda untuk mencari dan mengunjungi masjid di tempat tujuan.
Ternyata mencari masjid di Eropa bukan perkara mudah
-------------------------
Jika dulu Islam tidak menyerah di Spanyol, sangat mungkin Eropa sekarang menjadi surganya masjid2 cantik. Dan tidak bakalan susah mengunjunginya.
tetapi mungkin memang sudah digariskan olehNYA bahwa benua itu akan didominasi oleh non muslim, maka menjelajahi masjid menjadi keseruan tersendiri bagi kami.
kebetulan kami nginap di seputaran perkampungan muslim saat berada di Brussel, tetapi tidak sempat mengunjungi masjidnya .
tetapi pada kesempatan berikutnya di Amsterdam, maka mencari masjid menjadi keharusan bagi kami, karena kebetulan juga Astrico harus melaksanakan sholat jum'at . Setelah ber googling ria, ketemu masjid megah Turki yang namanya masjid Aya Sofia di pinggir kanal besar yang membelah kota Amsterdam.
masjid ini dibangun oleh komunitas masyarakat Turki di Amsterdam, pastinya dengan dukungan penuh pemerintah Turkiye. Megah kesannya dan berada di tempat yang sangat nyaman. tenang, sepi, di pinggir kanal . Sangat ideal buat tempat beribadah dan leyeh leyeh after mengelilingi Asmterdam. Lokasi persisnya googling aja yaa fren. bisa di capai dengan bus dan tram kok., jalan kaki sedikit lah.
----------------
Masjid kedua di Amsterdam yang kami kunjungi adalah masjid milik komunitas India di daerah deket stasiun Sloterjik
Di masjid ini kami mendapat rejeki jamuan layaknya tamu, bahkan pulangnya kami dibekali dengan makanan dan berbagai minuman untuk di makan di bus, setelah tau kami malam ini akan ke Berlin dengan Bus.
Subhanallah... ada aja pertolongan sesama muslim di sepanjang trip kami.
Bukankah memang seperti itu kewajiban sesama muslim, menghormati tamunya.
Ternyata mencari masjid di Eropa bukan perkara mudah
-------------------------
Jika dulu Islam tidak menyerah di Spanyol, sangat mungkin Eropa sekarang menjadi surganya masjid2 cantik. Dan tidak bakalan susah mengunjunginya.
tetapi mungkin memang sudah digariskan olehNYA bahwa benua itu akan didominasi oleh non muslim, maka menjelajahi masjid menjadi keseruan tersendiri bagi kami.
kebetulan kami nginap di seputaran perkampungan muslim saat berada di Brussel, tetapi tidak sempat mengunjungi masjidnya .
tetapi pada kesempatan berikutnya di Amsterdam, maka mencari masjid menjadi keharusan bagi kami, karena kebetulan juga Astrico harus melaksanakan sholat jum'at . Setelah ber googling ria, ketemu masjid megah Turki yang namanya masjid Aya Sofia di pinggir kanal besar yang membelah kota Amsterdam.
masjid ini dibangun oleh komunitas masyarakat Turki di Amsterdam, pastinya dengan dukungan penuh pemerintah Turkiye. Megah kesannya dan berada di tempat yang sangat nyaman. tenang, sepi, di pinggir kanal . Sangat ideal buat tempat beribadah dan leyeh leyeh after mengelilingi Asmterdam. Lokasi persisnya googling aja yaa fren. bisa di capai dengan bus dan tram kok., jalan kaki sedikit lah.
----------------
Masjid kedua di Amsterdam yang kami kunjungi adalah masjid milik komunitas India di daerah deket stasiun Sloterjik
Di masjid ini kami mendapat rejeki jamuan layaknya tamu, bahkan pulangnya kami dibekali dengan makanan dan berbagai minuman untuk di makan di bus, setelah tau kami malam ini akan ke Berlin dengan Bus.
Subhanallah... ada aja pertolongan sesama muslim di sepanjang trip kami.
Bukankah memang seperti itu kewajiban sesama muslim, menghormati tamunya.
Langganan:
Postingan (Atom)


















